Pembangunan Hunian Sementara di Palembayan Kabupaten Agam Ditargetkan Selesai Sebelum Ramadan

ORBITINDONESIA.COM – Pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Agam ditargetkan rampung sebelum bulan Ramadan. Target ini ditetapkan untuk memastikan warga terdampak dapat segera menempati hunian yang aman, layak, dan nyaman sehingga dapat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan dengan lebih tenang.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Agam dan instansi terkait terus mengakselerasi proses pembangunan huntara di sejumlah lokasi, termasuk di Kecamatan Palembayan.

Untuk Kecamatan Palembayan terdapat tiga lokasi huntara yang berada di Jorong Kayu Pasak Nagari Salareh Aia sebanyak 117 unit, Jorong Kayu Pasak Timur Nagari Salareh Aia sebanyak 88 unit dan Jorong Jajaran Tantaman Nagari Tigo Koto Silungkang sebanyak 52 unit.

"Kita berharap huntara ini dapat diselesaikan sebelum bulan Ramadan, agar masyarakat terdampak bencana di Kecamatan Palembayan Kabupaten Agam ini dapat menjalani ibadah di bulan Ramadan dengan aman, nyaman serta tenang" ujar Enny Supartini Tenaga Ahli Kepala BNPB PIC wilayah Kabupaten Agam.

Hal ini seiring dengan apa yang telah disampaikan oleh Sekretaris Utama BNPB Rustian saat melakukan evaluasi dan peninjauan langsung pembangunan huntara di Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Solok dan pada saat pengesahan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) 13 kabupaten/kota di Sumatera Barat tanggal 6-8 Januari 2026.

Ia menyatakan bahwa target penyelesaian pembangunan huntara secara keseluruhan di 13 kabupaten/kota terdampak harus dipercepat dan harus selesai sebelum bulan Ramadan.

“Aspirasi masyarakat terus kami dengarkan, terutama harapan mereka untuk bisa hidup lebih aman dan optimis ke depan. Huntara tahap satu harus segera diselesaikan dan dipercepat proses pembangunannya, kami berharap sebelum bulan puasa semua warga sudah bisa menempati dan merasa nyaman di bangunan baru,” ujar Rustian.

Progres Pembangunan huntara terus dipantau secara intensif agar penyelesaian dapat sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Huntara yang dibangun dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti air bersih, sanitasi, dan jaringan listrik, serta dirancang memenuhi standar teknis kebencanaan. Selain memperhatikan kecepatan pembangunan, kualitas dan keamanan bangunan tetap menjadi prioritas utama.

Dalam pelaksanaannya, BNPB bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, Pemerintah Kabupaten Agam, Kodim, Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TP), Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur), Batalyon Zeni Konstruksi (Yon Zikon), Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, serta masyarakat setempat.

Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat proses pembangunan sekaligus memastikan huntara dapat segera difungsikan dan dihuni oleh masyarakat.***