Ancaman Kecelakaan Satelit: CRASH Clock dan Masa Depan LEO
ORBITINDONESIA.COM – Dalam waktu kurang dari tiga hari, satelit di orbit Bumi bisa mulai bertabrakan, memicu bencana yang membuat orbit rendah Bumi (LEO) tak bisa digunakan, menurut studi baru.
Jumlah satelit yang mengorbit Bumi meningkat pesat, terutama karena megakonstelasi seperti jaringan Starlink milik SpaceX. Hingga Mei 2025, ada setidaknya 11.700 satelit aktif di sekitar Bumi, sebagian besar berada di LEO. Ini adalah peningkatan 485% dibandingkan sekitar 2.000 satelit di LEO pada akhir 2018.
Satu masalah besar dengan banyaknya satelit yang mengorbit adalah meningkatnya kemungkinan tabrakan, yang dapat menciptakan puing-puing berkecepatan tinggi. Operator satelit bisa menghindari tabrakan, tetapi jika terjadi kegagalan teknis, serangan siber, atau badai matahari besar, mereka tak berdaya mencegah bencana.
CRASH Clock, ukuran baru risiko tabrakan, menunjukkan berapa lama waktu yang dibutuhkan sebelum tabrakan pertama terjadi jika semua satelit tidak dapat dioperasikan. Pada akhir 2025, nilai CRASH Clock adalah sekitar 2,8 hari, dengan kemungkinan 30% tabrakan terjadi dalam 24 jam setelah keadaan darurat.
Nilai CRASH Clock diperkirakan akan terus menurun seiring bertambahnya jumlah satelit. Jika kita tidak berhati-hati, kita mungkin segera berada di tahap awal dari rangkaian tabrakan yang tak dapat diubah. Penting bagi kita untuk bertindak sekarang sebelum terlambat.