Greenland Tidak Dijual: Respon Keras Terhadap Ambisi Amerika
ORBITINDONESIA.COM – "Kami tidak dijual," tegas Mia Chemnitz, seorang pengusaha muda di Nuuk, Greenland, menanggapi retorika menghebohkan dari pemerintahan Trump.
Greenland, wilayah yang telah berabad-abad menjadi bagian dari Denmark, kini berada di bawah sorotan setelah Gedung Putih menyatakan minatnya untuk membelinya. Pernyataan ini disertai dengan ancaman mengambil wilayah tersebut secara paksa, yang menimbulkan keresahan di kalangan warga Greenland.
Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat melakukan langkah militer yang tidak terduga dengan membawa Presiden Venezuela Nicolás Maduro ke New York. Langkah ini memicu kekhawatiran bahwa Greenland mungkin menjadi target berikutnya, sebagaimana diisyaratkan oleh komentar dari keluarga staf Gedung Putih.
Aaja Chemnitz, anggota parlemen Denmark dari Greenland, merasa terancam dan mengkritik keras pendekatan AS. Ia menilai sikap Amerika Serikat sangat tidak menghormati, terutama mengingat hubungan NATO antara kedua negara.
Di tengah ketegangan geopolitik ini, pertanyaan tentang kedaulatan dan identitas nasional Greenland kembali mengemuka. Apakah dunia akan menyaksikan perubahan peta geopolitik yang lebih agresif di masa depan?
(Orbit dari berbagai sumber, 10 Januari 2026)