Trump dan Kesalahan Perhitungan Minyak Venezuela: Apa yang Terjadi?
ORBITINDONESIA.COM – Presiden Donald Trump mungkin telah membuat kesalahan besar terkait minyak Venezuela. Meski bersemangat, industri minyak AS enggan terjun ke sana.
Trump berharap perusahaan minyak AS dapat memanfaatkan sumber daya minyak Venezuela yang melimpah. Namun, ketidakpastian politik dan sejarah nasionalisasi aset membuat para eksekutif minyak berhati-hati.
Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Tetapi, infrastruktur rusak parah dan harga minyak rendah menahan investasi besar yang dibutuhkan. Bahkan, memulihkan produksi minyak Venezuela bisa menelan biaya hingga $183 miliar.
Kritik menyebut bahwa Trump menempatkan 'retorika sebelum kenyataan'. Ketidakstabilan politik dan ekonomi membuat investor ragu. Chevron mungkin diuntungkan, tetapi Exxon dan Conoco masih menghadapi trauma nasionalisasi sebelumnya.
Venezuela bukan satu-satunya peluang minyak di Amerika Latin. Dengan risiko tinggi dan sejarah ekspropriasi, apakah investasi di minyak Venezuela benar-benar sepadan? Pengambilan keputusan ini memerlukan pertimbangan matang.
(Orbit dari berbagai sumber, 7 Januari 2026)