China dan Korea Selatan: Dinamika Teknologi dan Ekonomi Baru
ORBITINDONESIA.COM – China kini menyaingi Korea Selatan dalam inovasi teknologi, mengubah tatanan ekonomi kedua negara.
Pernyataan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung menegaskan perubahan signifikan dalam hubungan ekonomi antara Korea Selatan dan China. Dengan kunjungan resmi Lee ke China, isu ini menjadi fokus utama di tengah persaingan industri yang kian memanas, khususnya di sektor otomotif dan kendaraan listrik.
Korea Selatan sebelumnya memimpin dengan teknologi canggih dan modal, sementara China menyuplai tenaga kerja. Namun, China kini telah mengejar ketertinggalan, bahkan melampaui dalam beberapa sektor. Industri otomotif adalah contoh nyata, di mana China menjadi produsen dan eksportir kendaraan energi baru terbesar di dunia.
Lee mengusulkan model kerja sama yang lebih setara, menggarisbawahi perlunya kolaborasi di bidang canggih seperti kecerdasan buatan. Tantangan dan peluang ini memerlukan pendekatan inovatif, mengingat tumpang tindihnya teknologi tinggi dengan manufaktur otomotif dan pengembangan perangkat lunak kendaraan.
Perubahan dinamika ini mengundang refleksi mendalam tentang masa depan hubungan kedua negara. Akankah persaingan ini mengarah pada kemitraan yang lebih kuat atau justru memperuncing persaingan? Masa depan kolaborasi teknologi tinggi antara China dan Korea Selatan masih menjadi teka-teki yang menanti jawaban.
(Orbit dari berbagai sumber, 5 Januari 2026)