Konflik Perbatasan Thailand-Kamboja Memanas, Seruan Gencatan Senjata Kembali Menggema
ORBITINDONESIA.COM – Kamboja menuduh pasukan Thailand melakukan serangan udara 'kejam' di tengah upaya dialog baru untuk meredakan konflik perbatasan yang berkepanjangan.
Konflik ini bermula dari perselisihan teritorial mengenai garis batas era kolonial sepanjang 800 km dan reruntuhan kuil kuno yang tersebar di perbatasan. Kedua belah pihak saling menuduh memicu pertempuran baru, mengklaim pembelaan diri, dan saling menyalahkan atas serangan terhadap warga sipil.
Sejak pecahnya bentrokan kembali pada 8 Desember, setidaknya 96 orang telah tewas dan sekitar satu juta orang mengungsi. Meski ada pembicaraan antara pejabat pertahanan kedua negara, tidak ada terobosan diplomatik besar yang tampaknya tercapai. Sementara itu, Amerika Serikat dan Rusia mendesak resolusi diplomatik untuk mengakhiri konflik.
Kondisi ini menunjukkan betapa rapuhnya perdamaian di kawasan dengan sejarah panjang perselisihan. Harapan untuk menghidupkan kembali gencatan senjata bergantung pada kepatuhan kedua pihak terhadap janji untuk tidak mengancam atau memprovokasi, seperti yang diungkapkan Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul.
Konflik ini mengingatkan kita pada pentingnya diplomasi dalam mengatasi perselisihan perbatasan. Apakah kedua negara mampu menjaga komitmen demi stabilitas regional dan kesejahteraan warganya? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.
(Orbit dari berbagai sumber, 28 Desember 2025)