Harga Kulit Meroket: Dampak Tarif dan Rantai Pasokan
ORBITINDONESIA.COM – Harga barang berbahan kulit seperti sepatu bot dan tas melonjak drastis pada 2025, dipicu oleh tarif dan gangguan rantai pasokan.
Tarif dan gangguan rantai pasokan telah mendorong harga kulit naik pada 2025, dengan produk seperti sepatu bot, tas tangan, dan furnitur mengalami kenaikan harga yang signifikan.
Perusahaan seperti Twisted X, Tapestry, dan Steve Madden menghadapi tekanan margin yang berkelanjutan akibat tarif tinggi, biaya pengiriman, dan bahan baku yang langka. Analis memperingatkan bahwa harga barang kulit bisa naik sekitar 22% dalam dua tahun ke depan.
Ketergantungan pada produksi asing berbalik menjadi bumerang ketika tarif baru berlaku, memaksa banyak perusahaan untuk mencari alternatif dan menghadapi tantangan baru. Ini menunjukkan risiko dari ketergantungan yang berlebihan pada rantai pasokan global.
Dengan tantangan tarif dan kelangkaan bahan baku, industri kulit menghadapi ujian berat. Akankah perusahaan mampu beradaptasi atau justru terpaksa menanggung beban yang lebih besar? (Orbit dari berbagai sumber, 27 Desember 2025)