Pertarungan Sengit: Dampak Airbnb Terhadap Krisis Perumahan di Spanyol

ORBITINDONESIA.COM – Ribuan keluarga di Spanyol terancam kehilangan tempat tinggal akibat model bisnis yang menguntungkan segelintir orang, sementara Airbnb menghadapi tudingan pelanggaran aturan konsumen.

Di Spanyol, perdebatan mengenai dampak penyewaan jangka pendek terhadap lingkungan menjadi sorotan. Pemerintah telah melawan ribuan daftar Airbnb, melarang dan menekan jumlah properti yang dapat diiklankan. Tindakan ini didorong oleh kekhawatiran bahwa penyewaan jangka pendek dapat mengubah dinamika lingkungan akibat populasi wisatawan yang sementara.

Sejak perubahan regulasi pada Juli, Airbnb mengklaim telah bekerja sama erat dengan Kementerian Perumahan Spanyol. Namun, lebih dari 65.000 iklan di platform mereka diduga melanggar aturan konsumen. Pelanggaran termasuk promosi properti tak berlisensi dan ketidakcocokan nomor lisensi dengan catatan resmi. Tren ini menunjukkan tantangan yang dihadapi kota-kota besar dalam mengelola dampak pariwisata terhadap perumahan.

Menteri Konsumen Pablo Bustinduy menegaskan bahwa perusahaan tidak boleh berada di atas hukum. Bahkan di negara asalnya, San Francisco, Airbnb menghadapi batasan ketat. Tahun 2014 menjadi titik balik bagi Airbnb, dengan popularitas melonjak saat wisatawan mencari akomodasi murah. Namun, keluhan tentang pesta dan tuan rumah yang absen memicu pembatasan di banyak kota besar.

Pertanyaannya adalah bagaimana menyeimbangkan kebutuhan ekonomi pariwisata dengan hak atas perumahan yang layak. Apakah regulasi yang lebih ketat bisa menjadi solusi tanpa mematikan potensi pendapatan bagi penduduk lokal? Ini adalah dilema yang harus dihadapi setiap kota di era pariwisata digital ini.

(Orbit dari berbagai sumber, 16 Desember 2025)