Polusi Udara Parah Selimuti New Delhi: Krisis yang Tak Kunjung Usai

ORBITINDONESIA.COM – New Delhi kembali diselimuti kabut asap beracun, mendorong tingkat polusi udara ke level terburuk dalam beberapa minggu terakhir. Lebih dari 40 penerbangan dibatalkan dan puluhan lainnya mengalami penundaan, sementara lebih dari 50 kereta api mengalami keterlambatan berjam-jam.

New Delhi, ibu kota India, kerap menghadapi masalah polusi udara parah terutama di musim dingin. Fenomena ini diperparah dengan pembakaran sisa tanaman di negara bagian sekitar, suhu dingin yang menjebak asap, serta polusi dari kendaraan dan industri. Tingkat polusi sering kali melebihi 20 kali lipat dari batas aman yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia.

Data dari Central Pollution Control Board menunjukkan indeks polusi mencapai level 'parah', yang dapat menyebabkan efek pernapasan pada orang sehat dan memperburuk kondisi mereka dengan penyakit jantung atau paru-paru. Penggunaan generator diesel dan kegiatan konstruksi telah dibatasi, namun para ahli lingkungan menekankan perlunya perubahan jangka panjang untuk mengatasi krisis ini.

Vimlendu Jha, seorang ahli lingkungan di Delhi, menyatakan bahwa udara di Delhi tidak pernah benar-benar bersih sepanjang tahun. Shweta Narayan dari Global Climate and Health Alliance mengkritik kurangnya mekanisme sistematis untuk menghitung kematian terkait polusi udara. Para penduduk semakin frustrasi dengan kegagalan pemerintah dalam menangani masalah ini, yang telah menimbulkan dampak kesehatan serius.

Dengan lebih dari 1,5 juta kematian terkait polusi udara setiap tahun di India, saatnya pemerintah dan masyarakat global mengambil tindakan nyata. Apakah kita akan terus menunda tindakan hingga krisis ini tak tertahankan? Solusi jangka panjang harus diimplementasikan untuk menyelamatkan masa depan kota ini.

(Orbit dari berbagai sumber, 16 Desember 2025)