Fenomena 996: Tantangan Baru di Dunia Kerja Global
ORBITINDONESIA.COM – Di tengah persaingan global, jam kerja ekstrem '996' menarik perhatian di Silicon Valley.
Konsep '996', yang berarti bekerja dari jam 9 pagi hingga 9 malam selama enam hari sepekan, berakar dari industri teknologi China pada tahun 2010-an. Meskipun praktik ini dinyatakan ilegal di China pada 2021, beberapa perusahaan di Silicon Valley justru mulai mengadopsinya.
Menurut The New York Times, beberapa startup di Silicon Valley bahkan mencantumkan 72 jam kerja per minggu dalam deskripsi pekerjaan mereka. Misalnya, AI commerce company Rilla menawarkan gaji yang menggiurkan untuk mereka yang bersedia bekerja 70 jam per minggu. Data dari transaksi kartu kredit korporat di San Francisco menunjukkan peningkatan aktivitas selama akhir pekan, mengindikasikan jam kerja yang panjang ini.
Pengadopsian praktik '996' oleh perusahaan-perusahaan AS menunjukkan ketidakamanan pekerjaan yang dirasakan pekerja teknologi. Dengan pemutusan hubungan kerja yang meluas sejak 2022, pekerja mungkin merasa perlu bekerja lebih keras untuk menjaga posisi mereka. Namun, ini menimbulkan pertanyaan tentang keseimbangan kerja-hidup dan kesehatan mental para pekerja.
Pergeseran ke arah jam kerja yang lebih panjang bisa menjadi langkah sementara untuk menghadapi tantangan global, tetapi apakah ini berkelanjutan? Penting untuk merenungkan apakah budaya kerja ekstrem ini benar-benar membawa kemajuan atau justru mengorbankan kesejahteraan pekerja. Langkah apa yang harus diambil untuk memastikan keberlanjutan produktivitas yang sehat?
(Orbit dari berbagai sumber, 4 November 2025)