Totalisasi Kerja: Mengapa Kita Harus Memikirkan Kembali Batasnya
ORBITINDONESIA.COM – Prof. Irving Goh ingin mahasiswa menyadari betapa mendalamnya dampak kerja dalam kehidupan kita. Pernyataan ini menantang asumsi umum tentang pekerjaan dan mengundang refleksi lebih dalam. Apa arti bekerja dalam konteks sosial dan personal kita?
Pekerjaan sering kali dianggap sebagai kewajiban utama dalam kehidupan dewasa. Namun, totalisasi kerja telah menjadi fenomena yang mengkhawatirkan. Banyak yang merasa bahwa batas antara kehidupan pribadi dan profesional semakin kabur.
Studi menunjukkan bahwa jam kerja yang panjang dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik. Menurut data dari WHO, kerja berlebihan terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Tren ini memicu perdebatan tentang pentingnya keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi.
Pandangan Prof. Goh mengajak kita mempertanyakan nilai yang diberikan pada pekerjaan tanpa henti. Apakah kita mengorbankan terlalu banyak untuk pekerjaan? Analisis ini menekankan perlunya redefinisi sukses yang tidak hanya berbasis prestasi profesional.
Menyadari totalisasi kerja bisa menjadi langkah awal menuju perubahan positif. Apakah kita siap menyesuaikan prioritas hidup demi kesejahteraan yang lebih baik? Refleksi ini penting agar kita tidak terjebak dalam siklus kerja yang tiada akhir.