DECEMBER 9, 2022
Gaya Hidup

Tokopedia dan TikTok Shop Berinovasi untuk Genjot Transaksi di Ramadan 2025

image
(ki-ka) Communications Director TikTok Indonesia, Anggini Setiawan, Head of Communications of Tokopedia and TikTok E-commerce, Aditia Grasio Nelwan, President Director, Tokopedia and TikTok E-commerce, Melissa Siska Juminto bersama Owner of Kalaborasi Group, Mutiara Nisa Rozdianda, Owner of GAUDI Clothing, Janet Dana dan Affiliate Content Creator, Hendri Alejandro, @ibun_mall pada acara Buka Puasa bersama TikTok dan Tokopedia-TikTok Shop, "Bicara Tren Ramadan 2025" di Jakarta, Senin, 17 Maret 2025. (ANTARA/Livia Kristianti)

ORBITINDONESIA.COM - Platform niaga daring Tokopedia dan TikTok Shop by Tokopedia memiliki beragam inovasi untuk menggenjot transaksi di momen Ramadan 2025 sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.

Dalam acara "Bicara Tren Ramadan 2025" di Jakarta, Senin, 17 Maret 2025, dijelaskan beragam inovasi Tokopedia dan TikTok itu terdiri atas fitur baru bernama Integrated Seller Center hingga kampanye Ramadan Ekstra Seru menjadi ragam inovasi yang telah disiapkan untuk bisa menjaga daya tarik masyarakat di bulan suci 1446H.

"Jadi buat kami masa Ramadan selalu paling exciting, karena kami juga mau bantu semua pembeli bagaimana bisa mempersiapkan rumahnya, dirinya, dan keluarganya untuk merayakan Lebaran. Dan juga untuk para sellers, kami juga ingin memberikan fitur terbaik," kata President Director Tokopedia dan TikTok E-commerce, Melissa Siska Juminto.

Baca Juga: Tips Memilih Baju untuk Musim Kemarau Bersuhu Panas dari Tokopedia

Membahas fitur baru bernama Integrated Seller Center, wanita yang akrab disapa Melissa itu menyebutkan dengan mengaktifkan fitur ini penjual di Tokopedia dan TikTok Shop by Tokopedia bisa mengatur penjualannya hanya dalam satu dashboard atau papan pandu.

Jika sebelumnya pengelolaan akun penjual harus dilakukan terpisah untuk masing-masing aplikasi, maka kini sejak masa Ramadan 2025 Integrated Seller Center memudahkan penjual untuk mengelola penjualan di kedua aplikasi hanya dengan satu pengaturan.

Melissa mengambil contoh salah satu penjual yang telah menerapkan fitur ini selama Ramadan 2025 ialah Kurma Alif yang disebutkan mengalami peningkatan signifikan dalam penjualannya.

Baca Juga: Rani Anggraini Dewi: Penulis yang Bukunya Paling Laris di Tokopedia, Terjual 4.000 Eksemplar

"Salah satu contoh yang bisa saya highlight, yaitu salah satu penjual kami, Kurma Alif, itu sudah mencoba mengintegrasikan seller center-nya, dan Alhamdulillah, penjualannya naik 10 kali lipat," Kata Melissa.

Selain pengelolaan penjualan yang dilakukan dalam satu dashboard, fitur ini juga membuat penilaian atas kinerja penjual dapat diintegrasikan sehingga membuat peningkatan reputasi dan rasa percaya pada toko dapat semakin baik.

Dengan integrasi ini harapannya jumlah produk yang terjual hingga ulasan baik yang didapat oleh toko yang dimiliki penjual bisa lebih mudah terlihat untuk pembeli.

Baca Juga: Nuraini Razak: Tokopedia Catat Kategori Fashion Konsisten Populer di Semester I 2024

"Jadi untuk para penjual harusnya jauh lebih efektif, dan untuk menjangkau pembeli kami. Karena (pembeli) kami semua pasti selalu mencari tokonya yang bereputasi bagus, dan juga bisa kita percaya," Melissa menambahkan.

Halaman:

Berita Terkait