DECEMBER 9, 2022
Ekonomi Bisnis

PetroChina Minta Pemerintah dan SKK Migas Atasi Kelangkaan Alat Pengeboran Migas

image
Exploration Manager PetroChina Jabung Hendra Niko Saputra (kiri) bersama Drilling Operation Manager PetroChina International Jabung Kiki Ariefianto (kanan) dalam acara buka puasa bersama di Jakarta, Jumat, 7 Maret 2025. (ANTARA/Putu Indah Savitri)

ORBITINDONESIA.COM - PetroChina International Jabung Ltd meminta pemerintah dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk mengatasi kelangkaan alat pengeboran migas.

“Kami membutuhkan perhatian dari pemangku kebijakan untuk memperhatikan hal ini (kelangkaan alat pengeboran),” ucap Drilling Operation Manager PetroChina International Jabung, Kiki Ariefianto ketika ditemui di Jakarta, Jumat, 7 Maret 2025.

Kiki menjelaskan bahwa implikasi dari kelangkaan alat pengeboran sumur migas alias rig adalah meningkatnya biaya pengeboran secara signifikan.

Baca Juga: Pengamat Energi, Komaidi Notonegoro: Pemangkasan Regulasi yang Hambat Lifting Migas Penting Bagi Investasi

Misalkan, ketika pemerintah meminta kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) untuk meningkatkan produksi, maka semakin banyak KKKS yang membutuhkan alat pengeboran sumur migas.

Tingginya permintaan atau demand atas alat pengeboran yang tidak selaras dengan ketersediaan alat pengeboran lantas menyebabkan biaya pengeboran akan naik dengan signifikan.

“Ini menyulitkan kami sebagai operator,” ucapnya.

Baca Juga: Industri Tambang 2024, Ormas Agama Kelola Batu Bara, Hingga Optimalisasi Migas Indonesia

Kiki masih melihat kesempatan atau peluang bagi kegiatan hulu migas di Indonesia. Hingga kini, kata dia, PetroChina masih menjaga produksi migas di kisaran 50–55 juta barel ekuivalen per hari (MBOEPD).

“Kalau kami tidak melakukan apa-apa, tidak mengebor, mungkin pada saat ini kami sudah tidak berproduksi lagi. Ini karena cepatnya lanjut decline produksi dari minyak dan gas di lapangan kami,” kata dia.

Di sisi lain, Exploration Manager PetroChina Jabung Hendra Niko Saputra yang juga hadir dalam kesempatan tersebut memaparkan bahwa PetroChina akan melakukan persiapan pengeboran untuk salah satu seismik pada akhir semester kedua 2025.

Baca Juga: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia: Hulu Migas Jadi Kunci Capai Swasembada Energi Sesuai Program Prabowo

Insyaallah kami mulai persiapan pengeboran untuk salah satu seismik pada akhir semester II 2025,” kata Niko.***

Berita Terkait