Presiden Xi Jinping Kumpulkan Pemimpin Perusahaan Swasta China di Beijing
- Penulis : Satrio Arismunandar
- Selasa, 18 Februari 2025 16:40 WIB

"Beberapa kesulitan dan tantangan yang saat ini dihadapi oleh pengembangan ekonomi swasta, secara umum, muncul dalam proses reformasi dan pengembangan, serta transformasi dan peningkatan industri. Kesulitan dan tantangan tersebut bersifat parsial dibanding menyeluruh, dalam jangka panjang, masalah-masalah itu dapat diatasi," tambah Xi.
Selama simposium, Xi juga menyerukan bahwa China adalah negara sosialis yang diatur oleh hukum, dan tidak ada jenis kegiatan ilegal oleh perusahaan, terlepas dari bentuk kepemilikannya, yang dapat menghindari penyelidikan dan hukuman.
"Sistem sosialis dengan ciri khas China memiliki banyak keunggulan yang signifikan. Sistem ekonomi pasar sosialis dan sistem hukum sosialis dengan ciri khas Tiongkok terus ditingkatkan dan disempurnakan, yang akan memberikan jaminan yang lebih kuat bagi pengembangan ekonomi swasta," kata Xi.
Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Berterima Kasih pada Xi Jinping Atas Investasi China di Indonesia
Ia juga menyebut dengan tegas akan menghapus semua hambatan terhadap penggunaan faktor produksi dan menghadirkan kesempatan yang adil dalam persaingan pasar sesuai dengan hukum, terus mempromosikan akses yang adil di bidang infrastruktur bagi semua jenis badan usaha, dan terus melakukan upaya untuk memecahkan kesulitan dan tingginya ongkos pembiayaan bagi perusahaan swasta.
Pertemuan Xi dengan para pemimpin perusahaan swasta China terakhir kali dilakukan pada 2018. Saat itu, Presiden Xi menjanjikan pemotongan pajak dan akses ke dukungan finansial.
Hingga akhir September 2024 lalu, China memiliki lebih dari 55 juta perusahaan swasta terdaftar, yang mencakup 92,3 persen dari semua bisnis. Mereka menyumbang lebih dari separuh pendapatan pajak negara, lebih dari 60 persen PDB, dan lebih dari 80 persen lapangan kerja perkotaan.
Baca Juga: Xi Jinping Tegaskan Tujuh Prinsip Hubungan China - AS Kepada Presiden Joe Biden
Sejak Kongres Nasional ke-18 Partai Komunis China (PKC) pada 2012, Komite Sentral PKC dan Dewan Negara telah meluncurkan serangkaian kebijakan dan langkah-langkah untuk memacu pertumbuhan sektor swasta.***