DECEMBER 9, 2022
Internasional

Program Pangan Dunia Tunda Pengiriman Bantuan ke Kota Gaza Palestina

image
Truk dari Bulan Sabit Merah Mesir di Pelabuhan El Arish, Mesir, Kamis 15 Februari 2024 membawa bantuan dari masyarakat Indonesia yang diangkut oleh KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 untuk rakyat Palestina di Gaza. (ANTARA/HO-Dinas Penerangan TNI AL)

ORBITINDONESIA.COM - Program Pangan Dunia (WFP) Selasa 20 Februari 2024 mengumumkan, mereka menunda pengiriman bantuan pangan ke kota Gaza bagian utara karena alasan keamanan.

"WFP menunda pengiriman bantuan pangan penting ke Gaza utara sampai kondisi di sana memungkinkan distribusi yang aman," kata program PBB itu dalam pernyataannya.

WFP mengatakan, keputusan itu diambil dengan sangat terpaksa, mengingat situasi di Gaza yang "sangat kritis".

Baca Juga: Lolwah Al Khater: Qatar Kecam Rekor Pembunuhan Jurnalis oleh Pasukan Israel di Jalur Gaza

Penundaan bantuan juga membuat situasi di bagian barat wilayah kantong Palestina itu bakal "semakin parah dan lebih banyak orang terancam kelaparan".

Pada Minggu, pengiriman bantuan dilanjutkan setelah ditunda selama tiga pekan menyusul serangan Israel kepada truk UNRWA dan tiadanya sistem notifikasi kemanusiaan yang berfungsi.

WFP mengatakan, mereka semua akan mengirim 10 truk pengangkut makanan selama tujuh hari berturut-turut, tetapi pada Minggu, konvoi bantuan itu diserbu warga di dekat pintu pemeriksaan ketika menuju Kota Gaza.

Pekerja bantuan harus menghalau orang-orang yang berusaha naik ke atas truk dan menghadapi risiko tertembak di Kota Gaza.

Pada Senin, konvoi bantuan "mengalami serbuan dan kekerasan karena tidak ada aturan ketertiban sipil".

"Sejumlah truk dijarah antara Khan Younes dan Deir al Balah, sedangkan seorang sopir dipukul. Sisa tepung langsung dikeluarkan dari truk di Kota Gaza di tengah ketegangan dan kemarahan yang meledak," kata WFP dalam pernyataan itu.

WFP mengaku "menyaksikan keputusasaan dalam tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya" selama dua hari terakhir.

Mereka juga mengatakan bahwa laporan mereka pada Desember sudah memperingatkan risiko bencana kelaparan di Gaza utara pada Mei kecuali kondisi di sana segera dipulihkan.

Sebuah laporan dari UNICEF dan WFP pada Senin mengatakan bahwa situasi di Gaza utara "sangat ekstrem", di mana 15,6 persen anak-anak berusia kurang dari dua tahun mengalami gizi buruk yang akut.

WFP mengatakan mereka akan berusaha melanjutkan pengiriman sesegera mungkin dan menyerukan agar "bantuan makanan yang jauh lebih banyak" bisa dikirim ke Gaza.

Mereka juga meminta titik-titik perlintasan tambahan ke Gaza utara ditambah, sistem notifikasi kemanusiaan difungsikan kembali, jaringan komunikasi dinormalkan, dan ada jaminan keamanan kepada pekerja. ***

Berita Terkait