Nasib Dokter Muda, Dari Jadi Pembantu Sampai Diperas Puluhan Juta
- Penulis : Dimas Anugerah Wicaksono
- Senin, 31 Juli 2023 08:35 WIB

Ada kasus yang lebih parah. Si dokter muda diperas untuk mengumpulkan uang bernilai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Nanti uangnya akan dipakai untuk macam-macam keperluan si senior.
Misalnya saja untuk membayar rumah kontrakan untuk dokter senior berkumpul, dengan nilai mencapai Rp 50 juta per tahun.
Ada pula yang meminta dokter residen membelikan makanan untuk para dokter senior, terutama kalau harus bekerja sampai tengah malam. Dan jangan pikir para dokter senior hanya minta makanan level warteg.
Baca Juga: Tragis, 6 Korban Kecelakaan Kereta Api di Jombang Ternyata Satu Keluarga: Ibu, Anak hingga Cucu
Mereka bisa saja meminta makanan Jepang, yang setiap kali makan bisa mencapai ratusan ribu atau bahkan jutaan rupiah.
Atau misalnya, seminggu sekali para dokter senior itu ingin melakukan pertandingan sepakbola. Para dokter muda nanti akan diperintahkan membayarkan sewa lapangan, sampai sewa sepatunya juga. Ini kan bullying banget.
Menkes menyatakan akan memutus praktek bullying, yang sudah berakar kuat dan berjalan puluhan tahun itu. Budi juga menyediakan sarana hotline bagi para dokter muda yang dibully dokter seniornya untuk melapor ke Menkes.
Para dokter tak perlu lagi khawatir bahwa kalau dia sampai melapor, kariernya akan macet. Karena karier dokter sekarang ditentukan oleh Kementerian Kesehatan, IDI tak bisa lagi menghambat dengan tidak mengeluarkan rekomendasi.
Menurut Menkes, bila sampai ini ditemukan adanya pembullyan, dokter senior akan memperoleh sanksi. Dari sanksi ringan berupa teguran, penurunan pangkat, sampai diberhentikan.