Nasib Dokter Muda, Dari Jadi Pembantu Sampai Diperas Puluhan Juta
- Penulis : Dimas Anugerah Wicaksono
- Senin, 31 Juli 2023 08:35 WIB

Karena tentu saja ada perbedaan antara apa yang dipelajari di kelas dan dari buku, dengan apa yang benar-benar terjadi di lapangan. Si dokter muda ini juga harus belajar hidup di bawah tekanan. Tak boleh manja, tak boleh gampang menyerah.
Tapi ini rupanya dimanfaatkan oleh para dokter senior yang seharusnya membimbing dokter-dokter muda ini. Para dokter senior justru mengeksploitasi para dokter muda.
Cara-caranya itu tidak manusiawi. Tapi dokter muda tak berani melawan karena karier mereka bergantung pada rekomendasi para dokter senior itu.
Baca Juga: Persija Jakarta Sukses Menangkan Duel Klasik Lawan Persebaya Surabaya di Pekan ke 5 BRI Liga 1
Menurut penjelasan Menkes, para dokter residen kerap dijadikan semacam pelayan pribadi atau bahkan sapi perahan dokter senior. Tugasnya jauh dari materi pendidikan calon dokter yang harusnya diterima.
Praktek ini menyebabkan kerugian mental, fisik, finansial para dokter muda. Budi menyebut banyak sekali contoh. Misalnya, si dokter muda dijadikan asisten, sekretaris, sebagai pembantu pribadi.
Disuruh mengantar dan bayar laundry, mengantar anak, sampai mengurus parkir. Kalau kerjanya tidak beres, si dokter muda bisa saja dicaci maki.
Banyak juga dokter muda yang diminta membuatkan tugas para dokter senior. Jadi selama ini kalau sudah jadi dokter, para dokter senior diwajibkan IDI untuk membuat karya ilmiah atau penelitian yang hasilnya harus dimuat di jurnal.
Baca Juga: Jember Fashion Carnaval 2023, Angkat Tema Perjalanan Bumi yang Akan Pecahkan Rekor MURI
Karena malas, dokter senior ini bisa saja memerintahkan para dokter muda untuk membuatkan penelitian dan karya ilmiahnya itu. Akibatnya sang dokter muda terpaksa harus kerja keras mempelajari topik-topik yang mungkin tak sesuai dengan ketertarikannya.