Dr KH Amidhan Shaberah: Setelah Ayman Al Zawahiri Tewas, Waspada dan Hati hati
- Penulis : Dimas Anugerah Wicaksono
- Sabtu, 13 Agustus 2022 23:33 WIB

Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian (LaKip) tahun 2011 yang meneliti pandangan pelajar sekolah menengah terhadap terorisme di Jakarta menemukan fakta yang mengejutkan. Sekitar 50 persen pelajar sekolah menengah atas (SLTA) di Jakarta menyetujui tindakan terorisme.
Mereka pun mengenal dengan baik tokoh-tokoh teroris Al-Qaidah seperti Osama bin Laden dan Ayman Al-Zawahiri. Kedua tokoh teroris ini menjadi pujaan dan panutan remaja kalangan tertentu.
Aneh? Begitulah faktanya. Meski Al-Qaidah kemudian kalah populer dari ISIS, tapi organisasi ini terus hidup. Al-Qaidah merubah strategi "perjuangannya" dengan lebih smooth dan membumi.
Para pimpinan Al-Qaidah di Indonesia banyak yang menyaru jadi pengusaha dan kaum profesional. Di Indonesia, salah satu "cabang Al-Qaidah" yang paling terkenal adalah Jamaah Islamiyyah (JI).
Baca Juga: Renungan: Hubungan Unik Antara Memberi dan Merasa Kaya
JI inilah yang meluluhlantakkan tempat hiburan di Kuta, Bali tahun 2002, yang menewaskan 200 orang. Tokohnya yg terkenal adalah Imam Samudera.
Sepeninggal Imam Samudera, JI yang berafiliasi dengan Al-Qaidah merubah strategi perjuangannya dengan cara-cara yang modern. Jaringan Al-Qaidah membangun bisnis tertentu, antara lain perkebunan.
Salah seorang pimpinan JI yang tertangkap di Bekasi Juli 2019, Para Wijayanto, sebelumnya dikenal sebagai praktisi bisnis. Tapi diam-diam, Para Wijayanto mempersiapkan "amunisi dan suicide bomber" untuk melakukan tindakan terorisme dalam rangka mendirikan negara Islam.
Dari cerita di atas, jelas kematian Ayman Al-Zawahiri niscaya akan "memantik api" terorisme kembali. Entah bom itu akan meledak di mana. Entah senjata yang digenggam teroris akan menyalak di mana.
Baca Juga: Prediksi Pertandingan Bali United Melawan Arema FC di Liga 1 Malam Ini