Sejarah Hari Peringatan Reformasi, Berawal Dari Kebangkrutan Ekonomi Indonesia di Masa Presiden Soeharto
- Penulis : Dimas Anugerah Wicaksono
- Minggu, 21 Mei 2023 15:12 WIB

Namun Presiden yang merupakan alumni tentara itu berprinsip jika reformasi harus dilakukan usai tahun 2003.
Karena hal inilah, mahasiswa mulai rajin menggelar aksi demonstrasi di berbagai daerah Indonesia mulai dari Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Ujungpandang dll.
Baca Juga: Daftar Ucapan Hari Peringatan Reformasi 21 Mei 2023, untuk Menyampaikan Semangat Perubahan Indonesia
Puncaknya adalah ketika harga bahan bakar kendaraan yang terpaksa naik dari Rp 700 menjadi Rp 1.200 membuat semangat mahasiswa untuk mewujudkan reformasi semakin membara.
Sejarah kelam terciptanya ketika kelompok mahasiswa Trisakti yang bergerak menuju gedung DPR dihalangi oleh kepolisian hingga terjadi kericuhan.
Polisi yang kehilangan kendali mengeluarkan tembakan peringatan namun bukan dengan peluru karet melainkan dengan peluru tajam.
Baca Juga: Sabar: Saya Tidak Ada Rasa Empati dan Kasihan Sedikit pun untuk Johnny G Plate dan Nasdem
Tembakan yang diletuskan oleh polisi membuat mahasiswa panik dan berlarian tanpa arah, sebagian berlindung di dalam gedung Universitas Trisakti.
Hingga kebrutalan polisi ini akhirnya memakan korban 4 mahasiswa Universitas Trisakti yang sampai hari ini nama mereka masih dikenang sebagai pahlawan reformasi.
Mereka adalah Elang Mulia Lesmana (1978-1998), Heri Hertanto (1977-1998), Hafidin Royan (1976-1998), dan Hendriawan Sie (1975-1998).