Analisis Intelijen Josef H. Wenas: Dadan Hindayana Orangnya Jokowi?

Analis Intelijen Josef H. Wenas.

Analis Intelijen Josef H. Wenas.

Opini

Analisis Intelijen Josef H. Wenas

ORBITINDONESIA.COM - Sudah agak sering berseliweran di ๐˜ต๐˜ช๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฆ medsos sayaโ€” entah ๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ฅ๐˜ค๐˜ข๐˜ด๐˜ต, atau cuplikannya, entah ๐˜ด๐˜ค๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ด๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ต, entah komentarโ€” bukan saja dari ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด, bahkan juga dari pihak-pihak yang selama ini saya amati sebagai ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต Jokowi, suatu opini bahwa Dadan Hindayana itu orangnya Jokowi.

Dadan Hindayana itu orangnya Jokowi? Saya merasa sudah saatnya fragmen sejarah ini diluruskan!

Ada dua alasanโ€” menurut orang-orang picek iniโ€” kenapa Dadan dibilang orangnya Jokowi: (1) pembentukan Badan Gizi Nasional (BGN) itu Perpres-nya ditandatangani oleh Presiden Jokowi pada 15 Agustus 2024 (Perpres 83/2024); (2) Dadan juga dilantik oleh Presiden Jokowi, empat hari kemudian, pada 19 Agustus 2024.

Kedua alasan diatas memang merupakan ๐—ณ๐—ฎ๐—ธ๐˜๐—ฎ ๐—ฎ๐—ฑ๐—บ๐—ถ๐—ป๐—ถ๐˜€๐˜๐—ฟ๐—ฎ๐˜๐—ถ๐—ณ yang sifatnya legalistik. Namun, fakta administratif ini tidak ekuivalen dengan ๐—ณ๐—ฎ๐—ธ๐˜๐—ฎ ๐—ฝ๐—ผ๐—น๐—ถ๐˜๐—ถ๐—ธnya, yang sifatnya realistik.

Saya gunakan analogi untuk menjelaskannya. Pancasila secara legalistik lahir pada tanggal 18 Agustus 1945, tatkala PPKI resmi menetapkan Mukadimah UUD 1945, khususnya dinyatakan eksplisit pada alinea keempat. Tetapi, secara politik, Pancasila lahir pada 1 Juni 1945, saat Soekarno mengupasnya dalam pidato beliau di sidang pertama BPUPKI.

Saat ini, yang diakui resmi sebagai Hari Lahir Pancasila adalah tanggal 1 Juni (fakta politik-realistik), bukan 18 Agustus (fakta administratif-legalistik).

Maka, terkait pembentukan BGN serta penunjukan/pelantikan Kepala BGN di era Jokowi harus dibaca dalam konteks politiknya. Bukan konteks administratif ketatanegaraannya.

Apa konteks politiknya?

****

Ada baiknya untuk memahami konteks politiknya, Anda sambil melihat grafis ๐˜ต๐˜ช๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฆ terkait, ๐˜ข๐˜ด ๐˜ด๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ธ๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ธ.

Ada dua tanggal penting di tahun 2024 itu: 20 Maret dan 20 Oktober.

๐Ÿฎ๐Ÿฌ ๐— ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฒ๐˜ ๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฐ adalah tanggal finalisasi rekapitulasi suara oleh KPU. Yang artinya, Paslon Prabowo-Gibran resmi ditetapkan sebagai pemenang Pilpres;

๐Ÿฎ๐Ÿฌ ๐—ข๐—ธ๐˜๐—ผ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ ๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฐ adalah tanggal pelantikan Prabowo-Gibran sebagai RI-1 dan RI-2, sekaligus tanggal resmi berakhirnya mandat Presiden Jokowi-Wapres Maโ€™ruf Amin.

Jarak waktu di antara kedua tanggal tersebut 7 bulan = 214 hari. Sebetulnya kurun waktu 7 bulan ini merupakan periode ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฆ ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ค๐˜ฌ bagi presiden petahana, dimana yang bersangkutan terikat pada norma-norma etika politik tertentu, walaupun secara hukum/ ketatanegaraan tidak ada aturan yang melarangnya.

Yang dimaksud di sini adalah, dalam masa transisi menuju akhir masa jabatan, ๐˜€๐—ฒ๐—ฐ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐—บ๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ๐—น presiden petahana diharapkan tidak mengeluarkan kebijakan strategis/jangka panjang agar tidak mengikat pemerintahan penerusnya.

Apa contoh-contoh kebijakan strategis/jangka panjang yang dimaksud?

Misalnya, tidak menerbitan UU/Perppu baru, tidak mengubah kebijakan fiskal/anggaran yang membebani APBN masa depan. Juga, tidak menandatangani kontrak/izin konsesi SDA skala besar berjangka panjang.

Dalam hal birokrasi, tidak membentuk lembaga/badan baru, pada intinya adalah restrukturisasi birokrasi yang anggarannya harus dijalankan oleh presiden selanjutnya. Dan, tidak mengangkat pejabat strategis seperti menteri, panglima TNI atau Kapolri.

Contoh nir etika soal ini adalah manuver Presiden Megawati Soekarnoputri pada tanggal 8 Oktober 2004, hanya 12 hari sebelum mandatnya berakhir!

Pada tanggal itu, Presiden Megawati mengirim Supres R32/PRES/10/2004 ke DPR-RI, menunjuk loyalisnya, KSAD Jend. Ryamizard Ryacudu, sebagai Panglima TNI menggantikan Jend. Endriartono Sutarto.

Tetapi oleh Komisi I DPR-RI, Supres Megawati digantung. Setelah dilantik pada 20 Oktober 2004, Presiden SBY langsung menganulir penunjukan Ryamizard melalui Supres R41/PRES/10/2004 tertanggal 25 Oktober 2004, yang intinya memperpanjang masa jabatan Jend. Endriartono Sutarto sebagai Panglima TNI.

****

Tetapi, Presiden Jokowi dalam periode ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฆ ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ค๐˜ฌ antara Maret-Oktober 2024 itu, justru membentuk lembaga/badan baru, bahkan mengangkat beberapa pejabat strategis.

Pada tanggal ๐Ÿญ๐Ÿด ๐—๐˜‚๐—น๐—ถ ๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฐ, Presiden Jokowi melantik ๐—ง๐—ต๐—ผ๐—บ๐—ฎ๐˜€ ๐——๐—ท๐—ถ๐˜„๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐—ผ๐—ป๐—ผ sebagai Wakil Menteri Keuangan II (ini jabatan baru). Lalu, ๐—ฆ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐˜†๐—ผ๐—ป๐—ผ dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian menggantikan Harvick Hasnul Qolbi, dan ๐—ฌ๐˜‚๐—น๐—ถ๐—ผ๐˜ ๐—ง๐—ฎ๐—ป๐—ท๐˜‚๐—ป๐—ด sebagai Wakil Menteri Investasi/Kepala BKPM (jabatan baru).

Apa yang diharapkan oleh Jokowi dari ketiga pejabat ini, padahal masa jabatannya tinggal 3 bulan 3 hari (sampai 20 Oktober 2024)?

Ternyata, Presiden Jokowi tidak berhenti di situ. Lebih โ€œkurang ajarโ€ lagi, pada ๐Ÿญ๐Ÿต ๐—”๐—ด๐˜‚๐˜€๐˜๐˜‚๐˜€ ๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฐ, Jokowi malah melakukan ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ง๐˜ง๐˜ญ๐˜ฆ, menambah pejabat, dan membentuk badan baru. Tiga hal yang dianggap nir etika secara sekaligus!

Malahan jumlah pejabatnya dua kali lipat dari manuver di bulan Juli: ๐—•๐—ฎ๐—ต๐—น๐—ถ๐—น ๐—Ÿ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—น๐—ถ๐—ฎ digeser jadi Menteri ESDM menggantikan Arifin Tasrif; ๐—ฅ๐—ผ๐˜€๐—ฎ๐—ป ๐—ฅ๐—ผ๐—ฒ๐˜€๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ถ menggantikan Bahlil sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM; ๐—ฆ๐˜‚๐—ฝ๐—ฟ๐—ฎ๐˜๐—บ๐—ฎ๐—ป ๐—”๐—ป๐—ฑ๐—ถ ๐—”๐—ด๐˜๐—ฎ๐˜€ menggantikan Yasonna H. Laoly sebagai Menkumham; ๐—”๐—ป๐—ด๐—ด๐—ฎ ๐—ฅ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ ๐—ฃ๐—ฟ๐—ฎ๐—ฏ๐—ผ๐˜„๐—ผ sebagai Wakil Menteri Komunikasi & Informatika; ๐——๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—›๐—ถ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ฎ sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (ini lembaga baru); ๐—›๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—ป ๐—ก๐—ฎ๐˜€๐—ฏ๐—ถ sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan/PCO (lembaga baru); dan ๐—ง๐—ฎ๐—ฟ๐˜‚๐—ป๐—ฎ ๐—œ๐—ธ๐—ฟ๐—ฎ๐—ฟ sebagai Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Perhatikan! Ada dua lembaga dan pejabat baru yang dilantik oleh Presiden Jokowi di bulan Agustus ini: BGN-Dadan Hindayana dan PCO-Hasan Nasbi.

Untuk apa Jokowi membentuk dan melantik dua pejabat ini, padahal sisa masa jabatannya tinggal 2 bulan 2 hari lagi?

Jawabannya ada pada perbedaan ๐˜ต๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ข๐˜ต๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต oleh presiden penerus atas penunjukan pejabat-pejabat baru ini.

Faktanya, penunjukan Panglima TNI oleh Presiden Megawati hanya 12 hari sebelum 20 Oktober 2004, kemudian dianulir oleh Presiden SBY pada 25 Oktober 2004.

Sedangkan penunjukan 10 pejabat dan pembentukan 2 lembaga baru (BGN dan PCO) pada bulan Juli dan Agustus 2024 oleh Presiden Jokowi, sama sekali tidak ada yang dianulir oleh Presiden Prabowo Subianto hingga saat ini.

Padahal, baik Megawati maupun Jokowi, melakukan manuver-manuver politik mereka sama-sama di periode ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฆ ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ค๐˜ฌ.

Mengapa bisa berbeda konsekuensinya? Yang satu dianulir oleh Presiden SBY, yang satu lagi berlanjut terus digunakan oleh Presiden Prabowo Subianto sampai sekarangโ€” mana jumlahnya 10 pejabat!

Tidak ada kesimpulan lain, selain bahwa kesepuluh pejabat yang dilantik (serta dua lembaga baru yang dibentuk) oleh Presiden Jokowi itu adalah untuk kepentingan presiden penerusnya. Tepatnya, atas permintaan Presiden-terpilih Prabowo Subianto!

Sudah sering di berbagai kesempatan kita mendengar Presiden Prabowo berkata, โ€œSaya sangat terbantu dengan cara Pak Jokowi melakukan transisi pemerintahan sebelum saya dilantik sebagai Presiden RI.โ€

****

Sekali lagi, kalau kaca mata legalistik di atas yang dijadikan acuan, maka nama-nama seperti Thomas Djiwandono, Sudaryono, Angga Raka Prabowo, dan Supratman Andi Agtas, adalah orang-orangnya Jokowi juga, dong?

Alasannya, karena mereka ditunjuk dan dilantik oleh Presiden Jokowi. Jadi ngawur kan analisisnya?

Sedangkan Dadan Hindayana baru dikenal oleh Jokowi pasca dilantik sebagai Kepala BGN. Kok bisa ada seorang presiden baru mengenal pejabat yang dilantiknya pasca pelantikan yang bersangkutan?

Faktanya begitu! Sebab, pembentukan BGN dan penunjukkan Dadan sebagai Kepala BGN, sepenuhnya permintaan Presiden-terpilih Prabowo Subianto. Yang difasilitasi dalam suatu sikap kenegarawanan oleh Presiden Jokowi.

Sebuah teladan bagaimana keberlanjutan pembangunan diwujudkan dalam masa transisi dari pemerintahan yang ๐˜ฐ๐˜ถ๐˜ต๐˜จ๐˜ฐ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ke pemerintahan yang ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ค๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ.

Keteladanan yang terjadi baru di tahun 2024 itu. Belum pernah ada preseden sebelumnya.

-JHW, Yogyakarta 15 Juni 2026 ***