Buku Tolstoy Terbitan 1909: Saat Ia Menemukan Kebenaran Spiritual dalam Sabda Nabi Muhammad

Tolstoy dan bukunya tentang Nabi Muhammad SAW.

Tolstoy dan bukunya tentang Nabi Muhammad SAW.

Review Buku

ORBITINDONESIA.COM - Di penghujung hayatnya, sastrawan besar asal Rusia, Leo Tolstoy, melampaui batas-batas karya sastra rekaan untuk memasuki pencarian spiritual yang mendalam.

Salah satu jejak terpenting dari fase ini adalah penyusunan buku kecil berjudul Izrecheniya Magometa, ne voshedshie v Koran (Sabda-Sabda Muhammad yang Tidak Masuk ke Dalam Al-Qur'an).

Diterbitkan oleh penerbit Posrednik di Moskow pada 19 Oktober 1909 (tercatat secara bibliografis pada 1910), karya ini kini diabadikan dalam Jilid ke-40 kumpulan karya lengkap di Museum Tolstoy.

Sinopsis: Untaian Hikmah Pilihan Sang Maestro

Buku ini memuat kompilasi hadis atau ajaran Nabi Muhammad SAW yang dipilah langsung oleh Tolstoy dari buku karangan sarjana India, Abdullah al-Suhrawardy, yang berjudul The Sayings of Muhammad.

Tolstoy secara khusus memilih kutipan-kutipan yang berfokus pada dimensi moralitas, kesederhanaan hidup, kasih sayang, keadilan sosial, dan persaudaraan antarmanusia.

Dalam susunannya, Tolstoy menyoroti ajaran-ajaran yang menekankan pentingnya pengampunan, ketulusan dalam beramal, kewajiban menuntut ilmu, serta perlindungan terhadap kaum lemah dan miskin.

Ia menyajikan sabda-sabda pilihan ini agar masyarakat Rusia pada zamannya dapat memahami inti ajaran moral Islam yang murni dan universal, tanpa terhalang oleh sekat-sekat dogmatis.

Ulasan: Jembatan Dialog Moral dan Kedamaian Jiwa

Izrecheniya Magometa bukan sekadar proyek penerjemahan biasa, melainkan cerminan dari pergolakan batin Tolstoy menjelang akhir hidupnya, terutama setelah ia diekskomunikasi oleh Gereja Ortodoks Rusia.

Dalam ajaran Nabi Muhammad, Tolstoy menemukan keselarasan yang kuat dengan filosofi pribadinya mengenai kepasrahan kepada Tuhan, penolakan atas kemewahan material, dan cinta kasih tanpa batas.

Melalui kompilasi ini, Tolstoy secara berani menantang stereotip dan stereotip rasial masyarakat Eropa abad ke-20 terhadap dunia Timur.

Ia menunjukkan bahwa nilai-nilai kebajikan yang dibawa oleh Nabi Muhammad memuat pesan ketuhanan yang sangat rasional, manusiawi, dan sejalan dengan nurani kemanusiaan.

Tolstoy menempatkan Nabi Muhammad sebagai sosok reformis moral agung yang mampu membimbing jiwa-jiwa manusia menuju kedamaian sejati.

Pada akhirnya, karya kecil ini menjadi dokumen sejarah yang sangat berharga. Izrecheniya Magometa membuktikan bahwa pencarian kebenaran sejati tidak pernah terbatas oleh benteng perbedaan agama maupun geografis.

Bagi pembaca masa kini, kumpulan sabda pilihan Tolstoy ini menyajikan warisan pemikiran yang sejuk: sebuah ajakan untuk melihat persamaan esensial dalam spiritualitas manusia.

(Satrio Arismunandar) ***