Film "The Living Dragon" Menghadirkan Reuni Spesial antara Yasuaki Kurata dan Sammo Hung
ORBITINDONESIA.COM - The Living Dragon (judul bahasa Jepang: Yumemonogatari ) adalah film antologi aksi seni bela diri yang dirilis untuk merayakan usia ke-80 serta 60 tahun perjalanan karier legendaris Yasuaki Kurata di dunia sinema laga.
Film ini mengusung format tiga cerita pendek yang saling terhubung dengan benang merah seputar mimpi, penyesalan, dan pencarian kekuatan. Berikut adalah rincian sinopsis dari ketiga segmen cerita tersebut:
Segmen Audisi dan Ambisi: Mengisahkan seorang aktor senior yang sudah berumur. Ia harus menjalani latihan keras demi menghadapi sebuah audisi penting yang menjadi kesempatan emas terakhir baginya untuk mewujudkan ambisi seumur hidup di dunia akting.
Segmen Dunia Mimpi Pekerja Kantoran: Fokus pada seorang pegawai kantoran wanita yang merasa tidak aman (insecure) dengan dirinya sendiri. Tanpa diduga, ia terlempar ke dalam alam mimpi. Di dunia tersebut, ia dipaksa menghadapi berbagai ketakutan terbesarnya demi menemukan arti kekuatan yang sesungguhnya.
Segmen Hong Kong 1973 (Bernuansa Mimpi): Segmen inilah yang menghadirkan reuni spesial antara Yasuaki Kurata dan Sammo Hung.
Cerita mengikuti seorang pria berusia 80 tahun yang secara ajaib tertransportasi kembali ke suasana kota Hong Kong pada tahun 1973—masa kejayaan era film kung fu. Di sana, ia menjalani petualangan penuh aksi dalam lanskap Hong Kong tempo dulu yang terasa begitu magis seperti di dalam mimpi.
Disutradarai oleh trio alumni Kurata Action Club—Koichi Sakamoto, Kenji Tanigaki, and Yuji Shimomura—film ini tidak hanya menjadi proyek nostalgia perayaan tonggak sejarah Kurata, tetapi juga bentuk penghormatan hidup terhadap era keemasan sinema aksi Asia yang mempertemukan kembali dua maestro laga lintas generasi. ***