Netanyahu Angkat Bicara, Hindari Isu Iran, Yakinkan Pemilih tentang Konsesi Gaza
ORBITINDONESIA.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan komentar publik pertamanya sejak Presiden AS Donald Trump menyatakan pembatalan serangan besar terhadap target-target Iran pada akhir pekan lalu, serta sejak pengumuman AS mengenai tercapainya kesepakatan pelucutan senjata dengan Hamas.
Dalam sebuah pesan video singkat, pemimpin Israel tersebut tidak menyinggung soal Iran dan hanya membahas masalah Gaza—isu di mana ia mendapat tekanan dari Gedung Putih untuk melakukan gencatan senjata sepenuhnya dan mendukung komitmen Hamas tersebut.
Dalam pernyataan yang ditujukan langsung kepada para pemilih Israel—yang akan memberikan suara dalam pemilihan umum pada akhir Oktober—Netanyahu berupaya mengecilkan arti upaya AS yang mengatur urutan langkah pelucutan senjata awal Hamas di Gaza bersamaan dengan penarikan sebagian pasukan Israel dan penghentian serangan udara. Pernyataan Netanyahu ini juga diunggah di akun media sosial pribadinya.
"Kami tidak akan mundur dari posisi kami saat ini sampai Hamas benar-benar dilucuti senjatanya. Itu poin pertama. Kedua, kami menginstruksikan tentara IDF untuk melakukan apa pun yang diperlukan guna melindungi diri mereka sendiri, melindungi wilayah kami, dan melindungi warga kami," ujar Netanyahu.
Sebuah sumber di Israel mengatakan kepada CNN bahwa IDF kini hanya dapat beroperasi menghadapi ancaman langsung di Gaza, sementara operasi pembunuhan terarah (targeted killings) kini memerlukan persetujuan kepala staf.
Sebelumnya, serangan terhadap individu yang dianggap sebagai ancaman bagi Israel—terlepas dari tindakan mereka pada saat tertentu—dapat disetujui pada tingkat yang lebih rendah, yakni oleh komandan Komando Selatan IDF.
Trump mengumumkan janji Hamas untuk melucuti senjata melalui unggahan di Truth Social pada Kamis malam (Jumat dini hari waktu Israel); hal ini memicu peningkatan serangan Israel ke Gaza selama tiga hari yang menewaskan sedikitnya 28 orang—jumlah korban jiwa terbanyak dalam beberapa pekan terakhir.
Dua utusan senior dari tim perdamaian Trump, Nickolay Mladenov dan Aryeh Lightfoot, mendesak Netanyahu untuk mengubah pendekatan dalam sebuah pertemuan di Yerusalem pada hari Senin, 3 Agustus 2026. Sejak saat itu, hanya satu serangan Israel yang dilancarkan ke Gaza, yang menewaskan dua orang.
Dalam pesannya pada hari Selasa, 4 Agustus 2026, Netanyahu berusaha meyakinkan para pemilih Israel bahwa langkah terbaru Trump terkait Gaza tersebut masih jauh dari keputusan final yang mengikat.
"Presiden Trump dan timnya yakin mereka dapat mewujudkan pelucutan senjata Hamas dan demiliterisasi Gaza," kata Netanyahu. “Kami sedang memeriksanya. Mereka mengirimkan draf kepada kami. Kami belum menyetujui apa pun. … Kami telah mengirimkan komentar kami kepada mereka.” ***