Insentif Baja Iowa Rp21 T: Stop the Steel Steal 2026

CBS News

CBS News

Internasional

ORBITINDONESIA.COM – Insentif pajak baja Iowa senilai US$1,36 miliar mendadak menjadi bahan amunisi politik 2026, saat massa membawa poster “No Steel Steal!” di gedung parlemen negara bagian. Di tengah euforia janji pabrik baja terbesar dalam sejarah AS, publik bertanya: siapa yang sebenarnya diuntungkan dari kesepakatan kilat ini?

Sesi khusus satu hari pada Jumat membuat DPR Iowa meloloskan paket insentif 75-17, disusul Senat 28-19, lalu ditandatangani Gubernur Kim Reynolds pada malam yang sama. Paket itu memberi Mesabi Metallics, anak usaha yang dikaitkan dengan konglomerat India Essar Group, insentif pajak US$1,36 miliar untuk 10 tahun.

Keputusan ini mengikuti pengumuman Presiden Donald Trump pada Senin sebelumnya tentang pabrik baja US$15 miliar di Lee County, Iowa. Trump menjanjikan 1.750 pekerjaan permanen dan sekitar 6.000 pekerjaan konstruksi.

Namun banyak legislator mengaku belum menerima rincian lengkap ketika Menteri Perdagangan Howard Lutnick berkata di Gedung Putih, “kesepakatannya sudah selesai.” Jadwal dan naskah kebijakan datang terlambat, sementara pemungutan suara dipercepat menjelang dimulainya early voting pada 14 Oktober.

Secara matematis, insentif itu setara sekitar US$777.000 per pekerjaan permanen selama 10 tahun, angka yang terasa mahal dalam standar kebijakan publik. Pendukung menyebut hitungan itu mengabaikan 6.000 pekerjaan konstruksi, tetapi penentang menekankan pekerjaan tersebut bersifat sementara.

Kontroversi membesar karena penerima manfaat adalah perusahaan yang terhubung dengan konglomerat berbasis India, ketika banyak petani Iowa sedang tertekan. Di titik ini, narasi “menciptakan kerja” beradu dengan persepsi “menghadiahkan pajak” kepada pihak luar.

Pertanyaan “Mengapa Iowa?” juga mengusik logika industri. Iowa tidak identik dengan baja, tidak punya bijih besi komersial, dan hanya memiliki beberapa pabrik baja berbasis scrap yang skalanya jauh lebih kecil.

Mesabi Metallics berbasis di Minnesota, dan argumennya adalah Iowa berada “searah hilir” Sungai Mississippi sehingga logistik dinilai menguntungkan. Tetapi faktor politik tampak sama kuatnya dengan faktor geografi.

Lokasi pabrik berada di Distrik Kongres ke-1 Iowa, daerah yang menjadi salah satu pertarungan kursi paling ketat di AS. Pada 2024, petahana Republik Mariannette Miller-Meeks hanya unggul 798 suara dari Demokrat Christina Bohannan setelah penghitungan ulang.

Bahkan sebelum pengumuman baja, Sabato’s Crystal Ball menggeser status lomba dari “toss up” menjadi “cenderung Demokrat.” Dalam konteks itu, proyek raksasa bernilai US$15 miliar bisa menjadi panggung simbolik yang mengubah emosi pemilih.

Masalahnya, rekam jejak korporasi membuat skeptisisme sulit diredam. Pada 2008, Essar menjanjikan proyek tambang bijih besi dan pabrik baja US$1,6 miliar di Nashwauk, Minnesota, dengan lebih dari 700 pekerjaan permanen, tetapi rencana pabrik baja dibatalkan pada 2015.

Essar Steel Minnesota mengajukan kebangkrutan pada 2016, lalu berganti nama menjadi Mesabi Metallics di bawah pemilik baru, dan kemudian kembali berada di bawah kendali Essar. Sejarah tenggat yang meleset dan janji kerja yang tidak terpenuhi menjadi bayangan panjang bagi Iowa.

Ada pula laporan media lokal bahwa Essar menerima pinjaman miliaran dolar dari bank milik negara Rusia, VTB, meski CBS News menyatakan belum memverifikasi secara independen laporan tersebut. Detail seperti ini menambah lapisan risiko reputasi, terutama dalam iklim geopolitik yang sensitif.

Trauma regional lain ikut muncul: kasus Foxconn di Wisconsin. Pada 2017, Trump dan Foxconn menjanjikan pabrik US$10 miliar dan 13.000 pekerjaan, tetapi pada 2021 rencana itu menyusut menjadi US$672 juta dan 1.454 pekerjaan.

Gubernur Republik Scott Walker kala itu menjadi wajah kesepakatan, lalu kalah dalam pemilihan ulang 2018 ketika dukungan publik memburuk. Iowa tampaknya tidak ingin 2026 menjadi “versi baru Foxconn,” ketika janji besar berakhir jadi monumen kekecewaan.

Dari dalam Partai Republik sendiri, retakan terlihat jelas meski hasil akhirnya tetap meloloskan paket. Senator Negara Bagian Kevin Alons menyebut “pemerasan politik itu mencengangkan,” tetapi ia tetap memilih setuju.

Senator Dave Sires menolak karena proses dianggap tergesa-gesa, sementara Senator Dan Dawson menyebutnya “giveaway korporasi terbesar dalam sejarah Iowa.” Senator Jeff Taylor juga memperingatkan Iowa sedang menghadapi tekanan anggaran yang nyata.

Fakta bahwa Taylor dicopot dari Komite Ways and Means pada menit terakhir untuk memastikan RUU lolos memperkuat kesan bahwa prosedur dikorbankan demi momentum. RUU itu lolos tipis di komite 10-8, dengan enam senator Republik menentang.

Di kubu Demokrat, dilema juga rumit karena menolak proyek berarti berisiko dicap anti-lapangan kerja. Kandidat Demokrat Rob Sand menyebut pabrik baja “ide yang menjanjikan untuk Lee County,” tetapi meminta detail lebih dulu dan mengingatkan pola insentif pusat data yang “membuat kita memberikan semuanya.”

Pemimpin Demokrat Senat Iowa Janice Weiner bahkan menilai jika ini dilakukan dengan benar, keputusan seharusnya menunggu setelah pemilu agar uji tuntas berjalan. Logikanya sederhana: jika ini kesepakatan bagus hari ini, ia akan tetap bagus pada Januari setelah due diligence.

Di titik ini, inti persoalan bukan sekadar pro atau kontra industri baja. Intinya adalah tata kelola: apakah uang publik sebesar US$1,36 miliar boleh diputuskan secepat itu, dengan informasi terbatas, dan dengan risiko historis yang sudah terdokumentasi.

Argumen bahwa kredit pajak baru berlaku ketika pabrik beroperasi memang memberi pagar pengaman. Namun jadwal operasi yang disebut tidak sebelum 2030 membuat pemilih harus menilai sesuatu yang belum terlihat, sementara biaya politiknya terasa sekarang.

Pemilih Iowa tidak sedang memilih apakah pabrik baja itu berdiri besok pagi, karena “pemotongan pita” masih bertahun-tahun lagi. Pemilih sedang memilih apakah mereka percaya janji itu akan menjadi nyata, dan apakah harga US$1,36 miliar adalah tarif yang pantas untuk sebuah keyakinan.

Dalam demokrasi, investasi publik yang besar seharusnya dibangun di atas transparansi, bukan kecepatan. Jika proyek ini sukses, ia bisa mengubah peta ekonomi Lee County, tetapi jika gagal, ia akan mengubah peta kepercayaan warga pada negara bagian.

Pertanyaan yang tersisa bukan hanya “berapa banyak pekerjaan,” melainkan “berapa banyak akuntabilitas” yang dibeli dengan uang pajak. Dan pada 2026, mungkin itulah baja paling keras yang diuji: keteguhan Iowa menjaga kepentingan publik di tengah godaan janji raksasa. (Orbit dari berbagai sumber, 5 Oktober 2026)