Prancis Kecam Pernyataan Menteri Israel tentang Gaza sebagai Tindakan yang 'Tidak Dapat Diterima dan Tidak Manusiawi'

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot berbicara kepada pers menjelang Pertemuan Menteri Luar Negeri NATO di Helsingborg, Swedia, pada 22 Mei 2026.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot berbicara kepada pers menjelang Pertemuan Menteri Luar Negeri NATO di Helsingborg, Swedia, pada 22 Mei 2026.

Internasional

ORBITINDONESIA.COM - Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot pada hari Rabu, 19 Agustus 2026 mengecam seruan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir untuk membunuh puluhan orang di Gaza setiap malam sebagai tindakan yang "tidak dapat diterima dan tidak manusiawi."

"Apa yang terjadi saat ini di Tepi Barat sungguh memalukan dan seharusnya membuat kita semua muak. Itulah sebabnya kami menjatuhkan sanksi terhadap Menteri Ben-Gvir, yang pernyataan terbarunya tidak dapat diterima dan tidak manusiawi," ujar Barrot kepada surat kabar Prancis, La Montagne.

Dalam sebuah siniar yang disiarkan pada hari Sabtu, Ben-Gvir menyerukan agar "pembunuhan terarah" dilakukan setiap malam di Gaza.

"Menurut saya, pembunuhan terarah harus dilakukan setiap malam di Gaza. Bunuh 30 atau 40 orang dari mereka," ujarnya.

"Bukan hanya mereka yang membahayakan Anda saat ini. Mereka adalah orang-orang yang seharusnya tidak hidup," tambahnya.

Dalam wawancara yang sama, Ben-Gvir juga mendukung pengungsian massal warga Palestina dari Gaza dan pendirian kembali permukiman ilegal Israel di wilayah kantong tersebut.

"Saya menganggap seluruh Jalur Gaza adalah milik kami," katanya.

Prancis telah melarang Ben-Gvir memasuki negara tersebut. Lebih dari 10 negara, termasuk Belgia, Spanyol, Inggris, Kanada, dan Australia, telah menerapkan larangan masuk serupa.

Paris juga telah melarang Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich memasuki Prancis sejak 9 Juni, dengan tuduhan bahwa ia secara aktif mendorong aneksasi Tepi Barat yang diduduki dan secara terbuka menyerukan pemukiman kembali di Gaza.

Barrot tidak menutup kemungkinan adanya sanksi lebih lanjut terhadap pihak pendudukan Israel atas tindakan mereka baru-baru ini di Tepi Barat.

"Untuk ketiga kalinya, pada 28 Mei, kami menjatuhkan sanksi Eropa terhadap para pemukim ini. Sanksi lebih lanjut dapat diberlakukan dan semua opsi masih terbuka," ujarnya. ***