Puisi Satrio Arismunandar - Di Sini Aku Bertahan: Sebuah Manifesto Cinta

Ilustrasi aku cinta Indonesia.

Ilustrasi aku cinta Indonesia.

Puisi

ORBITINDONESIA.COM - Di bawah langit yang sewarna biru, aku berdiri,

Memandang hamparan tanah yang kusebut rumah ini.

Aku tidak buta, mataku menatap dengan benderang,

Bahwa negeriku sedang tidak baik-baik saja, tidak sedang gemilang.

 

Aku melihat kemiskinan yang merayap di kolong-kolong jembatan,

Keterbelakangan yang membelenggu asa anak-anak di pedalaman.

 

Aku mendengar berita itu, berulang kali, saban hari,

Tentang korupsi yang rakus, menggerogoti tiang-tiang negeri,

Dan ketimpangan kemakmuran yang nyata, tegak berdiri,

Antara kilau gedung pencakar langit dan gubuk derita yang sepi.

 

Banyak suara berbisik di telingaku, menghasut perlahan:

"Pergilah, cari suaka di negeri seberang yang menjanjikan kemapanan.

Kemasi kopermu, kaburlah ke tempat yang sistemnya sudah mapan."

 

Namun, aku menggelengkan kepala.

Hatiku sudah terkunci di sini.

Aku tidak ingin pindah, aku tidak sudi melarikan diri.

 

Menjadi penonton asing di tanah megah orang lain?

Tidak, bukan itu takdirku.

Aku memilih untuk tetap memijak bumi pertiwi, mengakar dalam-dalam.

Sebab pelarian tak pernah menyelesaikan luka yang terpendam.

 

Ya, aku mengakui, jalan ini berat dan teramat melelahkan.

Menghadapi benang kusut yang seolah tak berujung pangkal.

Ada kalanya dada ini sesak oleh rasa kecewa yang tebal.

 

Namun, dengarlah dunia: aku menolak untuk tenggelam!

Aku menolak hanyut dalam arus putus asa yang kelam.

Aku buang jauh-jauh jubah sinisme yang hanya bisa mencela tanpa daya.

 

Aku hancurkan dinding apatisme yang membuat jiwa menjadi buta dan mati rasa.

Kelemahan ini tak akan kujadikan alasan untuk berhenti melangkah,

Dan ketidakpedulian adalah musuh nyata yang harus kukalahkan tanpa lengah.

 

Di sini, di tanah yang compang-camping oleh kekurangan ini,

Aku memilih untuk bertahan, berbagi, dan ikut berpartisipasi.

Sekecil apa pun dayaku, aku ingin berkontribusi.

Mengulurkan tangan untuk mereka yang terpinggirkan,

Menyalakan lilin kecil di tengah pekatnya kegelapan.

 

Aku ingin menjadi bagian dari barisan yang melangkah maju,

Bukan barisan pemaki yang hanya tahu cara menggerutu.

Kita akan menyemen kembali retakan-retakan fondasi ini,

Berusaha memperbaiki, merawat, dan membangun kembali.

 

Indonesia, kau adalah luka sekaligus cinta pertamaku.

Aku mencintaimu bukan karena kau sempurna tanpa cela,

Tetapi karena di dalam setiap rapuh dan kurangmu,

Ada denyut nadiku, ada serpihan jiwaku, dan ada masa depanku.

 

Di tanahmu aku lahir, di atas tanahmu aku berdiri menantang badai,

Dan di dalam pelukan tanahmu pula, kelak aku ingin kedamaian itu kucapai.

Aku tetap di sini. Bersamamu, memeluk pertiwi.

 

Depok, 15 Juni 2026

 

Biodata

 

Dr. Ir. Satrio Arismunandar, M.Si., MBA adalah penulis buku dan wartawan senior. Saat ini menjabat Pemimpin Redaksi media online OrbitIndonesia.com dan majalah pertahanan/geopolitik/hubungan internasional ARMORY REBORN.

Ia saat ini menjadi Dewan Pakar SCSC (South China Sea Council) dan Staf Ahli di Biro Pemberitaan Parlemen, Sekretariat Jenderal DPR RI. Juga, Sekjen Perkumpulan Penulis Indonesia SATUPENA (sejak Agustus 2021).

Ia pernah menjadi jurnalis di Harian Pelita (1986-1988), Harian Kompas (1988-1995), Majalah D&R (1997-2000), Harian Media Indonesia (2000-2001), Executive Producer di Trans TV (2002-2012), dan beberapa media lain.

Mantan aktivis mahasiswa 1980-an ini pernah menjadi salah satu pimpinan DPP SBSI (Serikat Buruh Sejahtera Indonesia) di era Orde Baru pada 1990-an. Ia ikut mendirikan dan lalu menjadi Sekjen AJI (Aliansi Jurnalis Independen) 1995-1997.

Ia lulus S1 dari Jurusan Elektro Fakultas Teknik UI (1989), S2 Program Studi Pengkajian Ketahanan Nasional UI (2000), S2 Executive MBA dari Asian Institute of Management (AIM), Filipina (2009), dan S3 Filsafat dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI (2014). Disertasinya tentang perilaku korupsi elite politik di Indonesia dalam perspektif strategi kebudayaan.

Buku yang pernah ditulisnya, antara lain: Perilaku Korupsi Elite Politik di Indonesia: Perspektif Strategi Kebudayaan (2021); Lahirnya Angkatan Puisi Esai (2018); Hari-hari Rawan di Irak (2016); Mereka yang Takluk di Hadapan Korupsi (kumpulan puisi esai, 2015); Bergerak! Peran Pers Mahasiswa dalam Penggulingan Rezim Soeharto (2005); Megawati, Usaha Taklukkan Badai (co-writer, 1999); Di Bawah Langit Jerusalem (1995); Catatan Harian dari Baghdad (1991); Antologi 50 Opini Puisi Esai Indonesia (Antologi bersama, 2018); Kapan Nobel Sastra Mampir ke Indonesia? (2022); Direktori Penulis Indonesia 2023 (2023).

Pernah mengajar sebagai dosen tak tetap di Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UI, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), IISIP, President University, Universitas Bakrie, Sampoerna University, Kwik Kian Gie School of Business, dan lain-lain.

Kontak/WA: 0812 8629 9061. E-mail: sawitriarismunandar@gmail.com ***