Hamas Serukan Penyelidikan Internasional atas Pelanggaran Israel yang Terungkap dalam Film Dokumenter ‘NAZA’

Yuval Abraham dan Rachel Szor menerima Penghargaan Juri Khusus untuk “Naza” selama Upacara Penutupan Festival Film Internasional Venesia ke-83 tahun 2026 di Sala Grande, 12 September 2026 di Venesia, Italia.

Yuval Abraham dan Rachel Szor menerima Penghargaan Juri Khusus untuk “Naza” selama Upacara Penutupan Festival Film Internasional Venesia ke-83 tahun 2026 di Sala Grande, 12 September 2026 di Venesia, Italia.

Internasional

ORBITINDONESIA.COM - Pada hari Selasa, 15 September 2026, Hamas menyerukan penyelidikan internasional independen atas praktik penargetan militer Israel di Gaza yang ditampilkan dalam film dokumenter “NAZA.”

Dalam sebuah pernyataan, Hamas mengatakan film tersebut, yang diputar di Festival Film Internasional Venesia, menyertakan kesaksian dari 24 personel dan perwira intelijen militer Israel yang terlibat dalam operasi pengawasan dan penargetan.

Menurut Hamas, kesaksian tersebut memberikan detail tentang prosedur yang digunakan untuk memilih dan menyerang target di Gaza dan termasuk laporan mengenai korban sipil yang diperkirakan akan terjadi.

Gerakan tersebut mengatakan film dokumenter tersebut membahas penggunaan istilah “NAZA” dalam kaitannya dengan warga sipil yang diperkirakan akan tewas dalam serangan dan menggambarkan sistem penargetan dan pengeboman jarak jauh yang digunakan selama operasi militer Israel.

Hamas berpendapat bahwa kesaksian dari individu yang telah bekerja di dalam militer dan lembaga keamanan Israel layak diperiksa oleh penyelidik internasional independen dan harus dipertimbangkan dalam penyelidikan atas kemungkinan pelanggaran hukum internasional.

Kelompok tersebut meminta Mahkamah Pidana Internasional, badan-badan PBB, dan organisasi hak asasi manusia internasional untuk meninjau dan mendokumentasikan kesaksian dan materi lain yang disajikan dalam film tersebut.

Hamas mengatakan materi tersebut harus diperiksa sebagai bagian dari penyelidikan atas tuduhan kejahatan perang, genosida, dan pembersihan etnis di Gaza.

Gerakan tersebut juga menunjuk pada penerimaan film tersebut di festival Venesia, dengan mengatakan bahwa respons penonton menunjukkan dampak kesaksian dan peran yang dapat dimainkan oleh pembuatan film dokumenter dalam meneliti perilaku militer.

Hamas mendesak lembaga-lembaga internasional untuk menggunakan materi tersebut jika relevan dalam proses akuntabilitas dan untuk mengambil langkah-langkah untuk melindungi warga sipil Palestina. ***