PHK Xbox Hantam id Software: Separuh Tim Doom Dikabarkan Hilang
ORBITINDONESIA.COM – PHK Xbox di divisi gaming yang menargetkan 3.200 karyawan kini memukul keras id Software, studio legendaris di balik Doom. Laporan terbaru menyebut jumlah pegawai id menyusut sekitar 50 persen, menandai salah satu pukulan paling tajam dalam restrukturisasi Xbox. (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juli 2026)
Artikel sumber menyatakan Xbox merencanakan PHK besar-besaran di seluruh divisi gimnya, berdampak pada 3.200 karyawan. Dari jumlah itu, 1.600 pekerja langsung diberhentikan sehari sebelumnya, menandai gelombang pemutusan kerja yang cepat dan masif. (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juli 2026)
Di tengah badai itu, id Software disebut terdampak “sangat berat” dibanding unit lain. Game Developer melaporkan, berdasarkan sumber internal, jumlah karyawan id berkurang sekitar separuh, dan angka ini dikuatkan oleh unggahan seorang pegawai senior yang terkena dampak di LinkedIn. (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juli 2026)
Sumber yang sama menyebut departemen QA (quality assurance) menjadi salah satu yang paling terpukul. Mayoritas karyawan id telah berserikat pada Desember lalu, tetapi belum jelas berapa banyak anggota serikat yang ikut terdampak PHK ini. (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juli 2026)
Secara historis, id adalah salah satu studio paling berpengaruh dalam mempopulerkan genre first-person shooter sejak era Wolfenstein 3D, Doom, dan Quake. Studio berbasis Texas ini berdiri pada 1991, diakuisisi ZeniMax pada 2009, lalu ZeniMax dibeli Xbox pada 2021. (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juli 2026)
Artikel juga menyebut rilisan terbaru id adalah Doom: The Dark Ages (2025) yang mendapat ulasan positif. Gim itu memperoleh ekspansi naratif baru berjudul Revelations pada hari ini, sehingga kontras antara momentum kreatif dan pemangkasan tenaga kerja terasa makin tajam. (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juli 2026)
Jika benar id Software kehilangan sekitar 50 persen staf, dampaknya bukan sekadar angka, melainkan perubahan struktur produksi. Pemangkasan besar biasanya memutus “memori institusional” yang menjaga kualitas pipeline, terutama pada studio yang mengandalkan iterasi cepat dan presisi teknis. (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juli 2026)
Fakta bahwa QA disebut paling terpukul mengirim sinyal yang mengkhawatirkan bagi kualitas rilis ke depan. QA bukan hanya “pencari bug”, melainkan pengaman reputasi, apalagi untuk gim aksi cepat seperti Doom yang sensitif pada performa, hitbox, dan stabilitas. (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juli 2026)
Serikat pekerja yang baru terbentuk pada Desember lalu juga menghadapi ujian awal yang brutal. Ketidakjelasan jumlah anggota serikat yang terdampak menunjukkan satu hal: transparansi pasca-akuisisi raksasa teknologi masih menjadi masalah, bahkan ketika pekerja sudah berorganisasi. (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juli 2026)
Restrukturisasi Xbox tidak berhenti di id atau Bethesda saja, melainkan merambah seluruh ekosistem Bethesda/ZeniMax. Artikel menyebut Arkane Studios dipisahkan sepenuhnya dari perusahaan, sementara Xbox juga melepas Compulsion Games, Double Fine Productions, Undead Labs, dan Ninja Theory. (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juli 2026)
Perincian langkah itu penting: sebagian studio menjadi independen, sebagian dijual ke pemilik baru. Pola ini menunjukkan Xbox tidak sekadar mengurangi biaya, tetapi mengubah portofolio—memilih mana yang dipertahankan, mana yang dilepas, dan mana yang “diputar” sebagai aset. (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juli 2026)
Dalam konteks industri, ini memperlihatkan paradoks era konsolidasi. Akuisisi besar menjanjikan stabilitas, namun ketika strategi bergeser, studio yang paling ikonik pun bisa dipangkas dengan logika spreadsheet yang sama. (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juli 2026)
Kutipan John Romero, salah satu pendiri id, mempertegas sisi manusia dari keputusan korporasi. Ia menulis, “Saya tahu rasanya meninggalkan id sementara id terus berjalan… aneh dan menyakitkan,” lalu menambahkan bahwa membawa nama Doom, Quake, dan Wolfenstein “tidak mudah, terutama di industri hari ini.” (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juli 2026)
PHK Xbox yang menghantam id Software terasa seperti peringatan bahwa “warisan” tidak selalu sejalan dengan “prioritas bisnis.” Ketika studio yang membangun fondasi FPS modern bisa kehilangan separuh staf, maka tidak ada tim kreatif yang benar-benar kebal. (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juli 2026)
Yang paling mengusik adalah pemangkasan QA, karena itu bisa menggeser risiko ke pemain: rilis lebih rapuh, patch lebih sering, dan kepercayaan publik lebih cepat terkikis. Pada akhirnya, efisiensi jangka pendek bisa berubah menjadi biaya reputasi jangka panjang yang lebih mahal. (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juli 2026)
Di sisi lain, keputusan melepas beberapa studio—sebagian menjadi independen—mungkin memberi ruang napas bagi kreativitas yang selama ini terkunci di bawah payung raksasa. Namun kebebasan itu datang setelah guncangan, dan tidak semua tim punya modal, waktu, atau pasar untuk bangkit tanpa luka. (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juli 2026)
Kisah id Software hari ini adalah kisah tentang industri yang bergerak cepat, tetapi sering lupa bahwa gim besar lahir dari kerja yang rapuh dan kolektif. Di antara ekspansi baru Doom: The Dark Ages dan kabar pemangkasan besar, pertanyaannya menjadi sederhana: siapa yang menjaga kualitas, sejarah, dan manusia di baliknya ketika strategi berubah mendadak. (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juli 2026)
Jika konsolidasi terus berlanjut, publik perlu menilai ulang janji “stabilitas” dari akuisisi besar. Mungkin satu-satunya cara warisan benar-benar bertahan adalah ketika pekerja, pemain, dan perusahaan sama-sama menganggap keberlanjutan tim sama pentingnya dengan keberlanjutan IP. (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juli 2026)