Israel Melarang Anggota Parlemen Arab Mengunjungi Dokter Palestina yang Ditahan, Abu Safiya

Kampanye untuk mendukung dokter Palestina yang ditahan, Hussam Abu Safiya.

Kampanye untuk mendukung dokter Palestina yang ditahan, Hussam Abu Safiya.

Internasional

ORBITINDONESIA.COM - Dinas Penjara Israel pada hari Rabu, 19 Agustus 2026, melarang anggota Knesset (parlemen Israel) dari kalangan Arab, Ahmad Tibi, untuk mengunjungi dokter Palestina yang ditahan, Hussam Abu Safiya. Langkah ini sejalan dengan kebijakan garis keras Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir.

"Otoritas penjara mencegah anggota Knesset Dr. Ahmad Tibi, ketua Gerakan Arab untuk Perubahan (Arab Movement for Change), untuk bertemu dengan dokter Palestina Hussam Abu Safiya—direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Jalur Gaza—yang sedang ditahan di penjara Israel," demikian pernyataan kantor Tibi.

Otoritas Israel telah menahan Abu Safiya sejak akhir Desember 2024 di tengah perang genosida yang sedang berlangsung di Jalur Gaza, yang dimulai pada 8 Oktober 2023.

Menurut kantor Tibi, keputusan untuk melarang Tibi mengunjungi Abu Safiya diambil sejalan dengan kebijakan Ben-Gvir yang mencegah anggota Knesset mengunjungi tahanan Palestina yang diklasifikasikan oleh Israel sebagai "tahanan keamanan."

Tibi sebelumnya telah mengajukan permohonan resmi untuk mengunjungi Abu Safiya dan memantau kondisinya—serta kondisi penahanannya—setelah menghadiri sidang Mahkamah Agung Israel terkait petisi yang meminta pembebasan Abu Safiya.

Menurut kantor Tibi, Dinas Penjara Israel menolak permohonan tersebut.

"Melarang saya bertemu dengan Dr. Hussam Abu Safiya adalah keputusan yang murni politis yang dikeluarkan oleh Ben-Gvir, sosok yang pernah divonis bersalah karena mendukung terorisme," ujar Tibi.

Abu Safiya, tambah Tibi, "adalah seorang dokter dan direktur rumah sakit yang ditahan setelah tetap mendampingi pasien-pasiennya selama salah satu masa tersulit yang pernah dialami sektor kesehatan di Gaza."

Pada akhir November 2024, Abu Safiya terluka akibat serangan Israel terhadap Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza, namun ia menolak meninggalkan fasilitas tersebut dan terus merawat pasien serta korban luka.

Sebulan kemudian, ia ditahan ketika pasukan Israel menyerbu rumah sakit dan memaksanya—di bawah todongan senjata—untuk pergi.

Tibi juga mengecam penahanan baru-baru ini terhadap Dima Barqat, seorang dokter spesialis kebidanan dan kandungan asal Palestina, yang ditahan pada Selasa dini hari setelah pasukan Israel menggerebek rumahnya di kota Ramallah, Tepi Barat yang diduduki.

"Penangkapan Dr. Dima Barqat dari kediamannya, serta penahanan berkelanjutan terhadap Dr. Hussam Abu Safiya dan sekitar 100 tenaga medis lainnya, merupakan tindakan yang patut dikecam dan sangat mengkhawatirkan," ujar Tibi.

Menurut data pihak Palestina, Israel saat ini menahan sekitar 9.400 tahanan Palestina, termasuk 94 perempuan dan lebih dari 350 anak-anak.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia, baik dari pihak Palestina maupun Israel, menyatakan bahwa para tahanan Palestina menghadapi penyiksaan, kelaparan, dan pengabaian medis—kondisi yang telah menyebabkan puluhan kematian. ***