BTN Gelontorkan Rp40,7 Miliar untuk Rakyat: dari UMKM, Lingkungan, hingga Makan Gratis
ORBITINDONESIA.COM — Di sejumlah sudut Indonesia, bantuan itu hadir dalam bentuk yang berbeda-beda.
Di Pekalongan, warga korban banjir menerima paket sembako untuk bertahan di tengah pemulihan. Di Boyolali, masyarakat mendapatkan makan siang gratis melalui lembaga mitra. Sementara di Sulawesi Tengah, pelaku usaha kecil mulai kembali bergerak berkat bantuan alat usaha.
Semua itu menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial yang dijalankan Bank Tabungan Negara (BTN) sepanjang semester pertama 2025.
Bank milik negara tersebut mencatat realisasi dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebesar Rp40,7 miliar untuk mendukung berbagai program pembangunan berkelanjutan sekaligus agenda prioritas nasional.
Namun di balik angka miliaran rupiah itu, ada upaya yang lebih besar: menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat.
Corporate Secretary BTN, Ramon Armando, mengatakan bahwa keberlanjutan perusahaan tidak bisa dipisahkan dari kontribusinya terhadap masyarakat dan lingkungan.
Menurutnya, BTN tidak hanya ingin hadir sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan yang aktif menjawab persoalan sosial dan ekonomi hingga ke tingkat akar rumput.
Salah satu fokus terbesar penyaluran TJSL BTN tahun ini berada di sektor pangan.
Selain bantuan sembako bagi korban banjir, BTN juga mendukung pasar murah di Banjarmasin serta berbagai kegiatan sosial dan bakti kemanusiaan di sejumlah daerah.
Di sisi lain, pemberdayaan ekonomi masyarakat juga menjadi perhatian utama.
Melalui program inkubasi BTN Housingpreneur, pameran UMKM di Solo, hingga bantuan alat usaha bagi pelaku UMKM, BTN mencoba membantu masyarakat membangun kemandirian ekonomi dari bawah.
Bagi banyak pelaku usaha kecil, bantuan seperti ini sering kali menjadi titik awal untuk kembali bertahan dan berkembang.
Tidak hanya soal ekonomi, BTN juga memperluas dampaknya ke sektor lingkungan dan pembangunan kota berkelanjutan.
Program renovasi sarana ibadah, penyediaan fasilitas kebersihan, hingga dukungan pengelolaan sampah dilakukan di berbagai wilayah sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih layak dan sehat.
Bahkan pada momentum mudik Lebaran, BTN ikut ambil bagian dalam program Mudik Gratis BUMN 2025 dengan memberangkatkan lebih dari 600 pemudik menuju Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.
Langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa program TJSL kini tidak lagi sekadar kegiatan simbolis perusahaan.
Ia mulai bergerak menjadi instrumen pembangunan sosial yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat—mulai dari pangan, pekerjaan, hingga kualitas lingkungan hidup.
Di tengah tantangan ekonomi dan sosial yang terus berkembang, pendekatan seperti ini menjadi penting.
Karena pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis.
Tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.***