Witkoff dan Kushner Berangkat ke Pakistan Hari Sabtu untuk Pembicaraan dengan Iran, kata Gedung Putih
ORBITINDONESIA.COM - Utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner dijadwalkan berangkat ke Pakistan Sabtu pagi untuk melakukan pembicaraan dengan Iran, kata sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt pada hari Jumat, 24 April 2026.
“Saya dapat mengkonfirmasi bahwa utusan khusus Witkoff dan Jared Kushner akan berangkat ke Pakistan lagi besok pagi untuk melakukan pembicaraan, pembicaraan langsung — yang dimediasi oleh pihak Pakistan, yang telah menjadi teman dan mediator yang luar biasa sepanjang proses ini — dengan perwakilan dari delegasi Iran,” katanya kepada Fox News.
Leavitt mengatakan bahwa pihak Iran telah menghubungi, “seperti yang diminta presiden,” dan meminta percakapan tatap muka.
CNN sebelumnya melaporkan pada hari Jumat bahwa Trump akan mengirim keduanya untuk melakukan pembicaraan akhir pekan ini dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, dan bahwa Wakil Presiden JD Vance akan siap untuk melakukan perjalanan ke Islamabad jika pembicaraan berjalan lancar.
“Wakil presiden tetap sangat terlibat dalam seluruh proses ini, dan beliau akan berada di Amerika Serikat, bersama presiden dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, serta seluruh tim keamanan nasional untuk mendapatkan informasi terbaru,” kata Leavitt.
“Tentu saja, semua orang akan siaga untuk terbang ke Pakistan jika perlu,” tambahnya.
Sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan bahwa Gedung Putih telah “melihat beberapa kemajuan” dari pihak Iran, sebagaimana dibuktikan oleh perjalanan Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Pakistan untuk melakukan pembicaraan.
“Kami tentu telah melihat beberapa kemajuan dari pihak Iran dalam beberapa hari terakhir. Sekali lagi, presiden telah membuat keputusan untuk mengirim Steve dan Jared untuk mendengarkan pihak Iran, jadi kita akan lihat apa yang akan mereka katakan,” katanya kepada wartawan di Gedung Putih pada hari Jumat.
Ketika ditanya oleh CNN apakah itu berarti AS telah menerima “proposal terpadu” yang dicari Presiden Donald Trump dari Iran, Leavitt tidak menjawab.
“Kami berharap akan ada kemajuan, dan kami berharap perkembangan positif akan muncul dari pertemuan ini, dan kita akan lihat nanti,” katanya.
Tetapi media semi-resmi pemerintah Iran membantah laporan bahwa Menlu Iran Abbas Araghchi berencana untuk bernegosiasi dengan pejabat AS di Pakistan.
“Saat ini tidak ada negosiasi dengan Amerika dalam agenda, dan kunjungan Bapak Araghchi ke Islamabad bukan untuk negosiasi dengan Amerika, melainkan untuk membahas pertimbangan Iran tentang mengakhiri perang dengan pihak Pakistan,” lapor kantor berita Tasnim.
Sebelumnya, Araghchi mengatakan bahwa ia mengunjungi Pakistan, Oman, dan Rusia untuk “berkoordinasi erat dengan mitra kami dalam masalah bilateral dan berkonsultasi tentang perkembangan regional.” ***