Ketidakpastian Perjanjian Damai AS-Iran Guncang Pasar Saham

ORBITINDONESIA.COM – Pasar saham mengalami penurunan tajam pada hari Selasa di tengah kekhawatiran bahwa perjanjian damai antara Amerika Serikat dan Iran tidak akan tercapai sebelum gencatan senjata berakhir Rabu ini.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran telah mempengaruhi pasar global. Investor merasa was-was dengan ketidakpastian yang menyelimuti negosiasi damai ini. Laporan dari The New York Times dan Axios menambah ketegangan dengan menyebutkan bahwa perjalanan Wakil Presiden JD Vance ke Iran ditunda karena kurangnya komitmen dari pihak Teheran.

Pergerakan pasar saham menunjukkan sensitivitas terhadap kebijakan luar negeri. Indeks S&P 500 turun 0,63%, sementara Dow Jones kehilangan 293,18 poin. Ketidakpastian ini diperburuk oleh pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebutkan kesiapan militer AS untuk menyerang Iran jika kesepakatan tidak tercapai.

Ketidakpercayaan terhadap komitmen Iran menjadi tantangan utama dalam negosiasi ini. Menurut Brian Mulberry dari Zacks Investment Management, sejarah panjang hubungan yang tegang membuat kesepakatan damai sulit terwujud. Namun, potensi penyelesaian isu Selat Hormuz memberikan secercah harapan bagi stabilitas regional.

Stabilitas di Timur Tengah tetap menjadi isu krusial bagi pasar global. Pertanyaan yang tersisa adalah apakah kedua negara dapat mencapai kesepakatan yang langgeng. Dalam ketidakpastian ini, investor harus terus memantau perkembangan sambil mempertimbangkan risiko dan peluang di pasar.

(Orbit dari berbagai sumber, 23 April 2026)