Krisis Bahan Bakar Pesawat di Eropa: Ancaman Nyata atau Kepanikan Semata?
ORBITINDONESIA.COM – Europe hanya memiliki 'enam minggu stok bahan bakar pesawat', kata kepala Badan Energi Internasional (IEA).
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran telah memicu lonjakan harga dan kekhawatiran kekurangan bahan bakar pesawat di Eropa. Situasi ini didorong oleh ketegangan politik dan serangan dari AS dan Israel yang memicu reaksi Iran.
Menurut laporan IEA, Eropa bergantung pada Timur Tengah untuk 75% impor bahan bakar pesawatnya. Kini, negara-negara Eropa berusaha menggantinya dengan impor dari AS dan Nigeria, meskipun hanya dapat menutupi separuh dari pasokan yang hilang. Harga bahan bakar pesawat mencapai rekor tertinggi, memaksa maskapai menyesuaikan strategi finansial mereka.
Meskipun ada jaminan dari pemerintah Inggris dan maskapai bahwa pasokan tidak terganggu, ancaman kekurangan tetap ada. Hal ini menunjukkan betapa rentannya pasar energi global terhadap gejolak geopolitik. Apakah Eropa siap menghadapi krisis ini tanpa dampak signifikan pada sektor penerbangan dan ekonomi?
Dengan ancaman pembatalan penerbangan dan meningkatnya biaya perjalanan, Eropa harus segera menemukan solusi jangka panjang untuk ketergantungan energinya. Apakah diversifikasi sumber energi akan menjadi jawaban bagi krisis ini? (Orbit dari berbagai sumber, 19 April 2026)