Pengaruh Makanan Ultraprocessed pada Kesehatan Otot dan Sendi

ORBITINDONESIA.COM – Sebuah scan MRI mengungkapkan gambaran mengejutkan dari otot paha wanita berusia 62 tahun yang 87% kalori tahunannya berasal dari makanan ultraprocessed. Apakah kita tahu betul apa yang kita makan?

Makanan ultraprocessed telah lama dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk obesitas, penyakit kardiovaskular, dan diabetes tipe 2. Namun, dampaknya pada kualitas otot manusia masih terus dieksplorasi. Sebuah studi baru-baru ini menemukan adanya hubungan kuat antara konsumsi makanan ultraprocessed dengan peningkatan lemak intramuskular, terutama pada mereka yang berisiko mengalami osteoartritis lutut.

Studi ini, yang diterbitkan dalam jurnal Radiology, menganalisis scan MRI dari 615 orang yang terlibat dalam Inisiatif Osteoarthritis. Temuannya menunjukkan bahwa semakin banyak makanan ultraprocessed yang dikonsumsi, semakin tinggi kadar lemak intramuskular di paha, terlepas dari asupan kalori keseluruhan. Hal ini memberikan indikasi bahwa jenis makanan yang dikonsumsi lebih penting daripada jumlah kalori ketika berbicara tentang kualitas otot.

Peningkatan lemak dalam otot tidak hanya melemahkan fungsi otot itu sendiri tetapi juga meningkatkan risiko penyakit sendi seperti osteoartritis lutut. Mengingat peran penting otot paha dalam stabilitas sendi lutut, temuan ini menjadi peringatan keras akan dampak dari pola makan yang didominasi oleh makanan ultraprocessed. Dokter merekomendasikan latihan berdampak rendah dan diet seimbang untuk memperbaiki kualitas otot dan melindungi sendi dari kerusakan lebih lanjut.

Mengurangi konsumsi makanan ultraprocessed dan beralih ke makanan segar dan sehat dapat meningkatkan kualitas hidup kita secara keseluruhan. Pertanyaannya, apakah kita siap melakukan perubahan ini demi kesehatan jangka panjang? Mari mulai dari langkah kecil, seperti lebih berhati-hati dalam memilih makanan yang kita konsumsi sehari-hari.

(Orbit dari berbagai sumber, 17 April 2026)