Seruan Perdamaian Leo: Melampaui Idolatry Diri dan Uang
ORBITINDONESIA.COM – Di tengah ketegangan global, seruan Leo untuk mengakhiri perang dan idolatry diri menggema di seluruh dunia.
Paus Leo, yang lahir di Chicago, awalnya enggan mengutuk kekerasan secara terbuka dalam minggu-minggu awal perang. Namun, tekanan meningkat setelah ancaman Presiden Trump untuk menghancurkan peradaban Iran, yang dianggap Leo 'benar-benar tidak dapat diterima'.
Leo mengajak umat untuk berdoa demi perdamaian, menyatakan bahwa ini adalah cara untuk 'memecahkan siklus setan kejahatan'. Sementara itu, pejabat AS menggunakan agama untuk membenarkan tindakan mereka, dengan menyebut negara sebagai bangsa Kristen dalam upaya menaklukkan musuhnya.
Leo menegaskan bahwa Tuhan tidak memberkati perang, apalagi mereka yang menjatuhkan bom. Dalam doa vigili di Roma, Leo mengedepankan pentingnya berdoa untuk perdamaian sebagai tanggapan terhadap situasi yang semakin agresif dan tak terduga.
Kita dihadapkan pada pilihan: apakah akan tetap terjebak dalam delusi kekuasaan atau membangun Kerajaan Tuhan yang penuh damai. Ini adalah momen untuk refleksi mendalam dan tindakan nyata.
(Orbit dari berbagai sumber, 14 April 2026)