Mark Rutte di Washington: Ujian Hubungan Transatlantik
ORBITINDONESIA.COM – Mark Rutte, Kepala NATO, kembali ke Washington di tengah keraguan baru tentang aliansi di Gedung Putih dan Capitol Hill.
Kunjungan Rutte kali ini penting karena hubungan transatlantik sedang dipertaruhkan. Presiden Trump baru-baru ini menyebut sekutu-sekutunya sebagai 'pengecut' dan NATO sebagai 'macan kertas' yang tidak menakutkan Rusia. Ini memicu kekhawatiran di Eropa dan AS mengenai masa depan aliansi ini.
Rutte dikenal sebagai 'pembisik Trump', mampu mengelola diplomasi publik dan belakang layar. Beberapa kunjungannya sebelumnya sangat berpengaruh, dan yang ini diperkirakan membawa beban besar. Rutte diharapkan dapat meredakan ketegangan, seperti pertemuannya dengan Trump di Davos.
Di Eropa, ada yang merasa Rutte terlalu berusaha untuk merangkul sekutu AS yang tidak dapat diandalkan. Sementara itu, perbedaan antara AS dan Eropa mendorong diskusi tentang rearmament di Eropa. Washington khawatir tentang Beijing dalam rantai pasokannya, sementara Brussel khawatir tentang eksposur terhadap Washington.
Rutte benar dalam menyerukan peningkatan pengeluaran pertahanan udara dan misil. Pertanyaannya, bagaimana Eropa dan AS dapat menemukan jalan tengah untuk mempertahankan aliansi yang kuat di tengah tantangan global yang terus berkembang?
(Orbit dari berbagai sumber, 10 April 2026)