Lonjakan Harga Minyak dan Gas Akibat Konflik Timur Tengah
ORBITINDONESIA.COM – Harga minyak dan gas melonjak drastis, sementara pasar saham terguncang setelah serangan Iran menghantam infrastruktur energi di Timur Tengah.
Serangan Iran terhadap fasilitas gas utama di Qatar memicu kenaikan harga energi global. Harga minyak Brent mencapai lebih dari $108 per barel, sementara harga gas Inggris naik 11,3% dalam sehari.
Kenaikan harga minyak dan gas memengaruhi ekonomi global, meningkatkan kekhawatiran inflasi dan menyebabkan penurunan pasar saham. Obligasi Inggris mengalami kenaikan imbal hasil tajam, menandakan kekhawatiran akan utang pemerintah yang bertambah.
Serangan di Timur Tengah ini mengancam pasokan energi global, sementara analis khawatir harga akan terus naik. Mantan kepala strategi BP menyebut serangan ini membuka kotak Pandora yang sulit dikendalikan.
Krisis ini menyoroti ketidakpastian ekonomi global dan dampaknya yang meluas. Apakah dunia siap menghadapi gangguan pasokan energi yang berkepanjangan? Perlu refleksi mendalam dan langkah-langkah mitigasi yang efektif.
(Orbit dari berbagai sumber, 24 Maret 2026)