Migran di Teluk: Korban Tersembunyi di Tengah Konflik

ORBITINDONESIA.COM – Kehidupan Murib Zaman, seorang sopir di Uni Emirat Arab, berakhir tragis akibat pecahan rudal Iran, mengungkapkan risiko yang dihadapi pekerja migran di tengah konflik di Teluk.

Pekerja migran seperti Zaman adalah tulang punggung ekonomi negara-negara Teluk yang kaya minyak dan gas. Namun, sejak serangan AS-Israel terhadap Iran dimulai, kawasan ini menjadi target serangan balasan Iran. Migran membayar harga tertinggi, dengan serangan yang mengorbankan warga sipil, sebagian besar adalah pekerja asing.

Data menunjukkan setidaknya 12 warga sipil tewas di seluruh wilayah Teluk, mayoritas adalah warga asing. Tingginya proporsi warga asing di negara-negara Teluk membuat mereka lebih rentan. Selain itu, pekerja migran sering tinggal di perumahan padat yang tidak aman, meningkatkan risiko mereka saat terjadi ledakan atau kebakaran.

Di tengah ketidakpastian, banyak migran mempertimbangkan untuk meninggalkan kawasan ini, namun terikat oleh kontrak pekerjaan dan kewajiban keluarga. Meski risiko di negara Teluk kerap berupa eksploitasi, bukan perang, mereka tetap datang untuk mengirim uang ke rumah. Kehidupan di Teluk masih menawarkan lebih banyak peluang dibandingkan kampung halaman mereka.

Tragedi Murib Zaman adalah pengingat keras akan risiko yang dihadapi pekerja migran di kawasan konflik. Sementara dunia memandang ke arah Timur Tengah, kita harus bertanya: berapa banyak lagi yang harus menjadi korban sebelum keamanan dan kesejahteraan pekerja migran diperhatikan dengan serius?

(Orbit dari berbagai sumber, 12 Maret 2026)