Pertahanan Planet: Sukses DART Mengubah Orbit Asteroid
ORBITINDONESIA.COM – Dalam uji pertahanan planet yang inovatif, NASA berhasil mengubah orbit asteroid kecil bernama Dimorphos, menandai langkah penting dalam melindungi Bumi dari ancaman kosmik.
Pada tahun 2022, pesawat luar angkasa NASA sengaja menabrak asteroid kecil Dimorphos dalam sebuah uji coba pertahanan planet. Tujuannya adalah untuk menilai apakah manusia dapat melindungi Bumi dari ancaman kosmik seperti batuan luar angkasa. Observasi baru mengungkapkan bahwa uji pertahanan planet tersebut berhasil, mengubah orbit Dimorphos serta asteroid yang lebih besar bernama Didymos.
Data terbaru menunjukkan bahwa waktu yang dibutuhkan Didymos dan Dimorphos untuk menyelesaikan satu orbit matahari, yang memakan waktu sekitar 770 hari, berkurang secara permanen kurang dari satu detik setelah Tes Pengalihan Asteroid Ganda (DART). Perubahan kecepatan orbit sistem biner adalah sekitar 11,7 mikron per detik, atau 1,7 inci per jam, menurut Dr. Rahil Makadia, ilmuwan pertahanan planet dari tim DART.
Misi DART menandai pertama kalinya objek buatan manusia mengubah jalur benda langit saat mengorbit matahari. Jika suatu saat asteroid ditemukan berada dalam jalur tabrakan dengan Bumi, mungkin ini bukan yang terakhir kalinya. Didymos dan Dimorphos tidak pernah menimbulkan risiko bagi Bumi, tetapi sistem biner ini memberikan skenario sempurna bagi NASA untuk mengevaluasi seberapa efektif pesawat luar angkasa dapat digunakan sebagai alat defleksi.
Lebih banyak observasi dan pengukuran efek DART pada batuan luar angkasa akan dibagikan setelah misi lanjutan Hera dari Badan Antariksa Eropa tiba di orbit sistem asteroid tersebut. Identifikasi asteroid yang berpotensi berbahaya dan pemahaman tentang bagaimana perubahan kecil dalam orbit dapat menyebabkan defleksi signifikan berjalan seiring dengan bagaimana badan antariksa membayangkan melindungi Bumi. Jika asteroid yang menimbulkan risiko bagi dunia kita ditemukan dengan waktu yang cukup untuk menahannya, sebuah impaktor kinetik seperti DART dapat dikirim untuk menggeser batuan luar angkasa tersebut ke orbit yang lebih aman.