Ironi Self-Care: Dari Solusi Burnout Menjadi Beban Baru

ORBITINDONESIA.COM – Self-care yang dulunya solusi burnout kini malah jadi sumber stres baru. Ritual yang seharusnya menenangkan justru menambah tekanan. Bagaimana bisa?

Self-care kini berubah makna. Dari istirahat sederhana, kini menjadi pertunjukan rumit. Media sosial memperparah situasi ini. Rutin pagi yang sempurna di Instagram bikin kita merasa kurang. Duduk santai kini terasa tak cukup.

Industri wellness sukses mengomersialkan self-care. Produk dan ritual jadi keharusan. Alih-alih menyegarkan, aktivitas self-care malah melelahkan. Media sosial memperkuat tekanan ini. Berbagi rutin self-care jadi norma baru. Downtime terasa tak produktif.

Pengalaman istirahat kini berbeda. Orang merasa bersalah karena tak produktif. Restu untuk beristirahat hilang. Self-care jadi beban, bukan solusi. Orang tua merasakan versi paling kejam dari paradoks ini. Rutin self-care yang diharapkan sulit diwujudkan.

Solusi sejati mungkin tampak sederhana. Tidur lebih awal tanpa dokumentasi. Mengatakan tidak tanpa alasan panjang. Kadang, izin untuk berhenti berusaha keras adalah yang paling dibutuhkan. Temukan kembali makna self-care sebelum jadi beban.

(Orbit dari berbagai sumber, 11 Maret 2026)