Ketegangan Iran-AS: Dampaknya Terhadap Pasar Global

ORBITINDONESIA.COM – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas, memicu lonjakan harga minyak dan mengguncang pasar saham global. Presiden Trump menyatakan perang ini sangat populer di kalangan pendukungnya.

Pasar saham mengalami penurunan tajam pekan lalu akibat perang Iran yang mengerek harga minyak. Indeks-indeks utama berada di bawah rata-rata pergerakan 50 hari, menunjukkan ketidakpastian pasar yang tinggi.

Kenaikan harga minyak mentah yang signifikan hingga 35,6% pekan lalu memicu kekhawatiran ekonomi global. Negara-negara anggota G7 mempertimbangkan untuk melepaskan cadangan minyak strategis guna meredam gejolak harga. Sementara itu, saham-saham pertahanan dan energi menjadi pemenang di tengah ketidakpastian ini.

Keputusan Iran untuk menolak gencatan senjata menunjukkan peningkatan ketegangan yang berkelanjutan. Langkah ini tidak hanya berdampak pada pasar minyak, tetapi juga memperburuk hubungan internasional. Presiden Trump mengklaim bahwa perang ini mendapat dukungan luas, namun dampak ekonominya bisa menjadi bumerang bagi perekonomian AS.

Di tengah ketidakpastian pasar yang berlanjut, investor disarankan untuk berhati-hati dan tetap waspada terhadap kemungkinan perubahan drastis. Pertanyaan yang mencuat adalah bagaimana komunitas internasional akan merespons ketegangan ini dan apakah langkah-langkah diplomatik bisa meredakan situasi.

(Orbit dari berbagai sumber, 10 Maret 2026)