Redistricting Mengancam Kompetisi Pemilu di Amerika
ORBITINDONESIA.COM – Hanya 18 dari 435 pemilu kongres yang kompetitif, menandakan krisis demokrasi di Amerika Serikat.
Upaya redistricting oleh Presiden Trump telah mengurangi jumlah pemilu kongres yang kompetitif. Ini mengakibatkan lebih dari 90% balapan diputuskan pada pemilihan pendahuluan, di mana partisipasi pemilih jauh lebih sedikit dibandingkan pemilihan umum.
Menurut Cook Political Report, hanya 5% orang Amerika yang benar-benar memiliki suara dalam menentukan siapa yang mengendalikan DPR. Unite America Institute mencatat bahwa pada 2024, hanya 7% pemilih yang akan memilih 87% pemilu DPR. Penggunaan teknologi memungkinkan politisi membagi distrik secara efektif untuk memberikan keuntungan bagi satu partai.
Nick Troiano dari Unite America menyoroti bahwa pemilih primer cenderung lebih ekstrem secara ideologi daripada pemilih umum. Ini menciptakan kongres yang tidak mewakili masyarakat luas. Ada upaya untuk membuka pemilu pendahuluan bagi pemilih independen, namun tidak semua negara bagian mendukungnya.
Dengan semakin sedikitnya kursi kompetitif, fungsi demokrasi di Amerika Serikat terancam. Jika disfungsi dan perpecahan di Washington buruk saat ini, kemungkinan akan semakin memburuk pada sesi kongres berikutnya.
(Orbit dari berbagai sumber, 24 Februari 2026)