Imigrasi AS Merosot 80%: Dampak Ekonomi dan Ketenagakerjaan
ORBITINDONESIA.COM – Analisis baru dari Goldman Sachs mengungkapkan penurunan drastis 80% dalam imigrasi bersih ke AS di bawah kebijakan ketat Presiden Donald Trump.
Pada masa jabatan kedua Presiden Donald Trump, kebijakan imigrasi yang lebih ketat telah menurunkan imigrasi bersih ke AS hingga 80%. Kebijakan ini termasuk deportasi yang meningkat dan pembatasan visa yang ketat.
Goldman Sachs melaporkan penurunan signifikan dalam imigrasi dapat mengubah dinamika pasar tenaga kerja AS. Proyeksi menunjukkan imigrasi bersih menurun dari rata-rata 1 juta orang per tahun menjadi hanya 200.000 pada tahun 2026. Kebijakan seperti penghentian sementara pemrosesan visa imigran dan larangan perjalanan yang diperluas menjadi faktor utama.
Penurunan imigrasi ini menuntut ekonomi AS untuk menyesuaikan diri dengan berkurangnya pasokan tenaga kerja. Dengan lebih sedikit pekerja baru, ekonomi mungkin memerlukan lebih sedikit pekerjaan baru untuk menjaga stabilitas tingkat pengangguran. Beberapa ekonom melihat ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan produktivitas melalui teknologi, sementara yang lain khawatir akan pengurangan besar-besaran tenaga kerja kerah putih.
Penurunan tajam dalam tenaga kerja imigran memicu perdebatan tentang masa depan pasar tenaga kerja AS. Akankah ekonomi dapat beradaptasi dengan perubahan ini dan tetap stabil, atau akan ada dampak negatif yang lebih besar? Hanya waktu yang akan menjawab.
(Orbit dari berbagai sumber, 21 Februari 2026)