Penurunan Penjualan Mobil Listrik AS: Mengapa dan Bagaimana?

ORBITINDONESIA.COM – Untuk pertama kalinya dalam satu dekade, penjualan mobil listrik di AS mengalami penurunan. Hal ini menandai titik balik dalam tren pertumbuhan yang tampaknya tak terbendung.

Penurunan ini pertama kali terjadi sejak 2016, dengan alasan utama adalah hilangnya insentif pajak EV di AS. Pemerintah AS telah mengakhiri insentif federal termasuk kredit pajak $7,500, yang sebelumnya mendorong pembelian EV.

Dampak dari kebijakan ini terlihat jelas. Konsumen membeli EV secara besar-besaran pada kuartal ketiga untuk memanfaatkan insentif, tetapi penjualan anjlok 48 persen pada Desember. Selain itu, meski ada diskon, harga EV tetap lebih mahal dibandingkan mobil bensin, dan masalah 'range anxiety' masih ada.

Satu masalah yang tidak terduga adalah depresiasi nilai mobil listrik yang lebih cepat dibandingkan mobil bensin. Hal ini terutama mempengaruhi mobil listrik kelas atas seperti Porsche Taycan. EV yang berbasis perangkat lunak kehilangan nilai lebih cepat karena teknologi yang cepat usang.

Penurunan ini mengingatkan kita bahwa pasar mobil listrik masih dalam tahap perkembangan dan rentan terhadap perubahan kebijakan. Ini menimbulkan pertanyaan tentang masa depan insentif dan teknologi EV. Apakah langkah selanjutnya yang perlu diambil untuk memastikan pertumbuhan berkelanjutan?