Inovasi Fotografi Cahaya: Mengungkap Kecepatan Kosmik

ORBITINDONESIA.COM – Untuk pertama kalinya, ilmuwan berhasil menangkap kecepatan cahaya secara visual. Dengan menggunakan fotografi kecepatan tinggi dan laser, para peneliti dapat memotret cahaya saat bergerak, mengungkap perilakunya mendekati batas kosmik.

Penelitian ini, yang diterbitkan dalam Communications Physics, menandai momen bersejarah dalam fisika, memungkinkan ilmuwan menyaksikan efek yang dijelaskan dalam teori relativitas khusus Einstein. Tim yang berbasis di Wina menunjukkan bagaimana objek tampak saat bergerak dengan kecepatan cahaya.

Pencapaian ini didasarkan pada efek Terrell-Penrose, fenomena yang pertama kali diteorikan hampir seabad lalu. Menurut efek ini, objek yang bergerak dengan kecepatan cahaya akan tampak sedikit berputar dalam foto, bukan hanya terdistorsi atau terkompresi. Tim dari University of Vienna dan Vienna Center for Quantum Science and Technology (TU Wien) merekonstruksi efek ini dengan kombinasi laser dan kamera kecepatan tinggi.

Fotografi kecepatan tinggi dan teknologi laser memungkinkan penangkapan cahaya pada kecepatannya yang sebenarnya, tantangan utama dalam menangkap cahaya dengan kecepatan 299.792 kilometer per detik. Penggunaan teknologi ini membuka peluang baru untuk penelitian di bidang astrofisika dan kosmologi, memungkinkan ilmuwan menyelidiki fenomena seperti lubang hitam dan efek dilatasi waktu yang diprediksi oleh relativitas.

Penemuan ini bisa merevolusi studi relativitas khusus dan fisika partikel. Dengan alat baru ini, fisikawan kini dapat mengeksplorasi sifat cahaya dan gerakan dengan cara yang sebelumnya hanya mungkin dalam teori. Apakah ini akan mengubah cara kita memahami alam semesta?

(Orbit dari berbagai sumber, 18 Februari 2026)