AI dan Fisika: Memecahkan Struktur Protein Kompleks
ORBITINDONESIA.COM – Ketika kecerdasan buatan bertemu fisika, terobosan dalam memahami struktur protein kompleks membuka pintu bagi kemajuan biomedis.
Kecerdasan buatan (AI) mengubah cara ilmuwan memahami protein, molekul kerja yang menggerakkan hampir setiap proses dalam tubuh manusia. Namun, menentukan struktur tiga dimensi (3D) protein secara eksperimen sering memakan waktu dan biaya yang tinggi.
Di NUS, tim yang dipimpin oleh Profesor Zhang Yang mengembangkan D-I-TASSER, perangkat lunak baru yang memprediksi bentuk 3D protein kompleks dengan lebih akurat. Ini mendukung penemuan obat lebih cepat, penelitian penyakit yang lebih baik, dan desain terapi yang lebih tepat sasaran.
Prof Zhang menyatakan bahwa bentuk protein menentukan fungsinya di dalam tubuh. Namun, banyak protein besar dan multi-domain terlalu kompleks untuk dimodelkan secara andal dengan alat yang ada. Kombinasi AI dan simulasi berbasis fisika dalam D-I-TASSER menawarkan solusi yang lebih presisi.
Pemahaman yang lebih jelas tentang struktur protein memungkinkan ilmuwan mengidentifikasi kesalahan yang terjadi dalam penyakit dan bagaimana obat potensial dapat berinteraksi. Langkah selanjutnya adalah memperluas kerangka ini untuk prediksi struktur RNA dan interaksi protein-protein. Ini adalah kunci untuk mengungkap hubungan mendasar antara urutan, struktur, dan fungsi biomolekul.
(Orbit dari berbagai sumber, 17 Februari 2026)