Trump dan Netanyahu Sepakat Tekan Iran, Fokus Penjualan Minyak ke China

ORBITINDONESIA.COM – Dalam pertemuan di Gedung Putih, Presiden Trump dan PM Israel Netanyahu menyepakati peningkatan tekanan ekonomi terhadap Iran, khususnya terkait penjualan minyak ke China.

Pentingnya masalah ini adalah lebih dari 80% ekspor minyak Iran menuju China. Jika China mengurangi pembelian minyak dari Iran, tekanan ekonomi terhadap Iran akan meningkat signifikan. Ini dapat mengubah perhitungan Iran dan mendorongnya membuat lebih banyak konsesi terkait program nuklirnya.

Pejabat AS mengatakan kampanye tekanan maksimal akan dilaksanakan bersamaan dengan pembicaraan nuklir dengan Iran dan pengerahan militer di Timur Tengah jika diplomasi gagal. Perintah eksekutif yang ditandatangani Trump memungkinkan AS meningkatkan tekanan ekonomi, termasuk tarif hingga 25% pada negara yang berbisnis dengan Iran.

Namun, setiap tarif terhadap China atas pembelian minyak Iran akan memperumit hubungan yang sudah tegang. Sementara Iran adalah produsen minyak utama, pasar lebih khawatir tentang gangguan regional jika Iran mengambil tindakan untuk menghentikan aliran minyak dari negara lain. Netanyahu dan Trump sepakat Iran harus tidak mampu memperoleh senjata nuklir, tetapi mereka berbeda pendapat tentang cara mencapainya.

Kesepakatan antara Trump dan Netanyahu menunjukkan pendekatan yang kuat terhadap Iran, tetapi kemungkinan kesuksesan masih dipertanyakan. Pertemuan di Jenewa akan menjadi ujian berikutnya bagi diplomasi ini. Apakah pendekatan ini akan membawa hasil yang diinginkan atau malah memperburuk situasi? Hanya waktu yang akan menjawab.

(Orbit dari berbagai sumber, 17 Februari 2026)