Religiusitas dalam Pemerintahan Trump: Kembalinya Kepercayaan di Amerika
ORBITINDONESIA.COM – Doa Kristen membuka rapat panel pemerintah AS di bulan Desember, menandai perubahan signifikan dalam administrasi Trump.
Di bawah kepemimpinan Donald Trump, inisiatif keagamaan mulai mengakar dalam operasi, budaya, dan kebijakan pemerintah AS. Perubahan ini disambut oleh organisasi konservatif namun menimbulkan kekhawatiran tentang pemisahan gereja dan negara.
Sejak pelantikannya, Trump telah mendorong kebijakan yang menekankan kebebasan beragama. Komisi Kebebasan Beragama yang dibentuknya berencana mengubah batas antara agama dan pemerintah. Kritikus berpendapat bahwa langkah-langkah ini bisa mengancam prinsip netralitas agama negara.
Beberapa pihak melihat pengaruh agama di pemerintahan sebagai ancaman terhadap keberagaman dan pluralisme. Namun, pendukung Trump menganggapnya sebagai kebangkitan spiritual yang diperlukan. Kontroversi muncul tentang apakah AS adalah negara Kristen atau seharusnya tetap sekuler.
Pergeseran ini mengundang pertanyaan tentang masa depan hubungan antara agama dan pemerintahan di AS. Apakah ini akan memperkuat kebebasan beragama atau merusak persatuan nasional? Hanya waktu yang akan menjawab.
(Orbit dari berbagai sumber, 17 Februari 2026)