Kontroversi Uji Coba Vaksin Hepatitis B di Guinea-Bissau
ORBITINDONESIA.COM – WHO mengecam uji coba vaksin yang didanai AS di Guinea-Bissau sebagai tidak etis, menyoroti kerentanan bayi terhadap penyakit mematikan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengkritik keras uji coba vaksin hepatitis B di Guinea-Bissau yang didanai AS. Uji coba ini dianggap melanggar prinsip etika dan ilmiah karena tidak memberikan vaksin yang sudah terbukti aman kepada sebagian bayi baru lahir.
Proyek ini dipimpin oleh Christine Stabell Benn dan Peter Aaby, yang sebelumnya telah menuai kontroversi terkait praktik penelitian mereka. Meskipun Guinea-Bissau berencana merekomendasikan dosis vaksin sejak lahir pada tahun 2028, saat ini dosis pertama diberikan pada usia enam minggu. WHO menyoroti bahwa uji coba ini bisa membahayakan kesehatan bayi dengan menunda pemberian vaksin yang sudah tersedia.
Keputusan CDC untuk mendanai uji coba ini setelah rekomendasi vaksin universal untuk hepatitis B dihapuskan mengundang kritik. Langkah ini dinilai lebih berfokus pada agenda politik daripada kesehatan masyarakat. Kontroversi ini menunjukkan perlunya kebijakan vaksin yang berlandaskan bukti ilmiah dan etika yang kuat.
Ketika kebijakan kesehatan masyarakat terpengaruh oleh kepentingan politik, risiko terhadap kehidupan manusia meningkat. Penting bagi komunitas global untuk mengevaluasi kembali pendekatan ini dan memastikan bahwa keputusan kesehatan diambil berdasarkan bukti dan etika. Apakah kita siap mengambil langkah menuju kebijakan kesehatan yang lebih bertanggung jawab?