Menggugurkan Mitos: Makan Saat Pilek, Puasa Saat Demam
ORBITINDONESIA.COM – Saat pilek menyerang, kita sering mendengar nasihat untuk makan banyak, dan saat demam melanda, kita diimbau untuk berpuasa. Namun, benarkah teori ini?
Teori ini muncul dari keyakinan usang bahwa pilek membuat tubuh dingin dan makan bisa menghangatkan tubuh, sedangkan demam membuat tubuh panas dan puasa bisa mendinginkannya. Namun, premis ini cacat sejak awal. Pilek tidak membuat tubuh menjadi dingin, bahkan bisa disertai demam.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa respons imun tubuh lebih kompleks dari sekadar suhu tubuh. Demam adalah mekanisme tubuh untuk melawan infeksi, tetapi tidak ada bukti bahwa makan atau berpuasa secara langsung mempengaruhi suhu tubuh secara signifikan. Sebaliknya, nutrisi seimbang sangat penting untuk mendukung sistem imun.
Mempercayai mitos makan saat pilek dan puasa saat demam dapat mengalihkan fokus dari pendekatan yang lebih efektif dalam menjaga kesehatan. Alih-alih berfokus pada suhu tubuh, perhatian harus diberikan pada pola makan yang seimbang dan perawatan yang tepat untuk mendukung pemulihan.
Memahami bahwa kesehatan tidak hanya tentang mengikuti aturan lama, tetapi juga tentang mengadaptasi pengetahuan baru bisa membuka jalan menuju pemulihan yang lebih baik. Mungkin saatnya kita bertanya, apakah kita siap meninggalkan mitos usang dan beralih ke pendekatan yang lebih ilmiah?
(Orbit dari berbagai sumber, 12 Februari 2026)